Home > EKONOMI & BISNIS > Penjualan Eceran Di Semarang Oktober Membaik

Penjualan Eceran Di Semarang Oktober Membaik

SEMARANG[Kampusnesia] –  Penjualan eceran di wilayah Kota Semarang selama Oktober 2017 mengalami perbaikan hingga Indks Penjualan Riil (IPR) mengalami pertumbuhan 2,6% mencapai sebesar 177,3.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jateng mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 177,3, atau tumbuh sebesar 2,6% month to month, berbalik arah setelah penurunan 0,2% month to month pada September 2017.

Sementara secara year to year di Oktober 2017, IPR menurun sebesar 3,8%, lebih baik dibandingkan penurunan bulan sebelumnya yang tercatat 5,9%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok suku cadang dan aksesori 5,8% serta kelompok peralatan dan komunikasi 3,8%.

Secara tahunan, lanjutnya, penjualan eceran juga mencatatkan perbaikan, walaupun masih terkontraksi. Bahkan perbaikan kinerja penjualan eceran di Kota Semarang month to month diperkirakan masih berlanjut pada November 2017.

Perkiraan IPR November tercatat sebesar 182,2, atau tumbuh 2,8% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2017 yang sebesar 2,6%.

“Hampir seluruh kelompok komoditas diperkirakan mengalami peningkatan omset penjualan dari bulan sebelumnya, kecuali bahan bakar kendaraan bermotor dan kelompok barang lainnya,” ujarnya, Kamis. (7/11)

Menurutnya, untuk ekspektasi omset penjualan pada tiga dan enam bulan yang akan datang masih berada pada level optimis, yang terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100.

Tidak hanya itu, dia menambahkan keyakinan retailer terhadap penjualan eceran pada 3 bulan mendatang (Februari 2018) juga diperkirakan melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Indikasi tersebut terlihat dari naiknya Indeks Ekspektasi Omset Penjualan 3 bulan mendatang menjadi sebesar 141,9 dari 169,8 pada bulan sebelumnya.

Namun demikian, kata Hamid, keyakinan pedagang pada enam bulan yang akan datang (Mei 2018) diperkirakan meningkat, terindikasi dari Indeks Ekspektasi penjualan enam bulan mendatang yang sebesar 174,4; lebih tinggi dari indeks 158,1 pada bulan sebelumnya.\

Dia menuturkan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan yang akan datang diperkirakan melemah, sedangkan pada enam bulan mendatang (Mei 2018) diperkirakan meningkat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum enam bulan mendatang sebesar 162,8, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (132,6).

 

* Artikel ini telah dibaca 203 kali.
Syamsul Huda
Pimpinan Redaksi Kampusnesia.com. Staf pengajar STIKOM Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *