Home > Uncategorized > Pelindo III Investasikan Rp6 Triliun Untuk Pembangunan Pelabuhan Kendal

Pelindo III Investasikan Rp6 Triliun Untuk Pembangunan Pelabuhan Kendal

KENDAL[Kampusnesia] – Manajemen PT Pelindo III telah mengalokasikan dana investasi senilai Rp6 triliun untuk merealisasikan pembangunan proyek perluasan Pelabuhan Kendal hingga rampung 2019 mendatang.

Direktur Utama Pelindo III  Ari Askhara mengatakan proyek perluasan pelabuhan Kendal tahap awal akan dimulai dengan melakukan pengerukan sedimentasi di sekitar perairan Kendal sedalam 10 meter.

“Alur perairan Kendal yang hanya sedalam 3 meter bakal diperdalam menjadi 10 meter, untuk memperlancar arus pelayaran kapal,” ujarnya usai mendatangani nota MoU (nota kesepahaman) dengan Bupati Kendal Mirna Annisa, di Pendopo Pemkab Kendal, Kamis. (28/12)

Menurutnya, sinergi kedua belah pihak itu bakal mendorong Pemkab Kendal lebih cepat dalam mengembangkan usaha aset kabupaten secara efisien, setelah bermitra dengan persero yang memiliki kemampuan bisnis, teknis, dan modal yang mumpuni.

Peningkatan kerja sama kedua belah pihak itu, lanjutnya, diharapkan juga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah yang signifikan, tidak hanya untuk warga Kendal, tetapi juga pemangku kepentingan logistik bagi sektor industri di wilayah Jateng dan sekitarnya

Pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Kendal itu, mencakup pembangunan semua struktur sarana dan prasarana, penggerukan untuk jalur kapal hingga pembuatan kolam pelabuhan.

“Infrastruktur tersebut dipastikan semakin lengkap untuk menopang Pelabuhan Kendal. Kami akan melakukan studi pararel dalam kurun waktu 6-9 bulan ke depan, disusul pembangunan fisik pelabuhan baru, termasuk pembuatan dermaga,”tuturnya.

Ari Askhara sangat mengapresiasi support penuh dari Bupati Mirna Annisa untuk dapat mewujudkan proyek infrastruktur itu dan diharapkan Pelabuhan Kendal ke depan dapat mendukung aktivitas arus bongkar muat barang di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang lokasinya berdekatan.

“Pelindo sebagai operator Pelabuhan Kendal tentunya ingin bekerja sama dalam jangka waktu tidak terbatas. Apalagi, badan usaha pelabuhan paling pas untuk mengelola pelabuhan Kendal,” ujarnya.

Kini pembahasan bersama Pemkab terus dilakukan untuk menentukan sharing dana yang ideal dalam pengelolaan proyek itu dan pola bagi hasil.

“Yang paling penting multiplayer efeknya bisa lebih diperluas hingga pendapatan pajak dan PAD Kendal dapat meningkat,” tuturnya.

Sementara Sekda Kabupaten Kendal Moh Toha mengharapkan pembangunan fisik proyek Pelabuhan Kendal dapat segera dimulai awal 2018 mendatang.

“Pengembangan pelabuhan niaga bisa direalisasikan tahun depan, disusul perluasan sarananya di sisi barat untuk dirancang menjadi skala pelabuhan internasional,” ujarnya.(rs)

* Artikel ini telah dibaca 160 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *