Home > KABAR KAMPUS > EDUKASI KAMPUS > Perguruan Tinggi Harus Berinovasi Untuk Hadapi Ketatnya Persaingan

Perguruan Tinggi Harus Berinovasi Untuk Hadapi Ketatnya Persaingan

SEMARANG[Kampusnesia] – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengisyaratkan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta harus terus berinovasi menghadapi persaingan yang kian ketat, jika tidak ingin tertinggal.

“Kalau ingin menjadi perguruan tinggi yang berkualitas, harus terus berinovasi, baik dalam program studinya maupun yang lainnya. Apalagi, dalam era digital. Inovasi sangat penting,” ujrtanya, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Wilayah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VI Jawa Tengah, di Semarang, Kamis. (28/12)

Mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan persaingan perguruan tinggi kini emakin ketat, termasuk dalam dunia pendidikan dengan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia, sehingga perguruan tinggi di Indonesia harus bersiap utuk menghadapi.

“Tidak lama lagi, perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia, bahkan beberapoa waktu lalu sudah ada pembicaraan dengan Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Korea. Mereka siap masuk ke Indonesia semua,” tuturnya.

Menurutnya, dengan masuknya perguruan tinggi asing itu, perguruan tinggi Indonesia juga harus bisa bekerja sama dalam berbagai bidang, sehingga kemampuan berbahasa asing sangatlah penting.

Dengan demikian, lanjutnya, perguruan tinggi harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas berbahasa Inggris yang perlu lebih dikuasai saat ini, mengingat sudah tidak ada lagi batasan antarnegara di era digital,” ujar Guru Besar Ekonomi Undip itu.

Dalam era digital, dia menambahkan tidak bisa hanya membahas persoalan yang dihadapi lingkup Semarang, atau Indonesia saja, melainkan secara global sehingga penting bagi perguruan tinggi untuk bisa bersaing.

Sekarang ini, Nasir menyebutkan baru ada tiga perguruan tinggi yang masuk ranking dunia, terdiri Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sementara itu, Koordinator Kopertis VI Jateng Prof DYP Sugiharto mengingatkan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi, khususnya swasta (PTS) sangat besar di era globalisasi yang kian pesat.

“Kami mengajak PTS untuk bersama-sama mengondisikan keharmonisan. Kalau ada potensi kesalahpahaman, perbedaan pendapat, konflik, diselesaikan dengan baik,” tutur Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu.

Menurutnya, jika hanya berkutat mengurusi kesalahpahaman, perbedaan pendapat dan konflik, dipastikan PTS justru bakal kehabisan energi yang membuatnya tidak akan bisa bersaing menghadapi tantangan di luar. (rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 191 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *