Home > HEADLINE > TNI AU Akan Dirikan Sekolah Unggulan SMA Pradita Dirgantara

TNI AU Akan Dirikan Sekolah Unggulan SMA Pradita Dirgantara

SEMARANG[Kampusnesia] – TNI Angkatan Udara (AU) melalui Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) mendirikan SMA Pradita Dirgantara yang berlokasi di kawasan Bandar Udara Adi Sumarmo, Jalan Cendrawasih, Boyolali.

Sekolah unggulan yang akan memulai proses belajar-mengajar pada tahun ajaran 2018/2019 ini masih menerima siswa terbatas hanya sebanyak 150 siswa dari seluruh Nusantara, dengan persyaratan bagi calon siswa nilai minimal untuk tiga mata pelajaran meliputi Matematika, IPA dan Bahasa Inggris 9 an harus melalui seleksi masuk lebih lanjut.

Ketua Harian Yayasan Ardhya Garini (Yasarini), Fatim Handoko saat melakukan sosialisasi kepada siswa SMP berprestasi di lantai V, Gedung B Setda Provinsi Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Senin (15/1) mengatakan kegiatan sekolah itu dibuka oleh Plt Sekda Jateng Budi Wibowo.

Menurutnya, sekolah ini berbeda dengan SMA Taruna Nusantara di Magelang yang berbasis semi militer. Namun, lebih pada penekanan pembelajaran soal sains dan teknologi.

“Proses belajar tidak ada pembiasaan militer meski sekolah ini dibawah naungan TNI AU. Penekanannya justru di sains, iman dan taqwa,” ujarnya.

Pada tahap awal pembukaan sekolah, lanjjutnya, sebanyak 150 siswa baru digratiskan biaya pendidikan selama tiga tahun. Kuota jumlah siswa tersebut dibagi dua untuk perempuan 75 siswa dan laki-laki 75 siswa.

“Bahkan untuk tahun ajaran berikutnya baru akan dikaji ulang, apakah tetap membebaskan biaya sekolah atau tidak,” tuturnya.

Dia menuturkan Yayasan Yasarini, yang merupakan organisasi istri angkatan udara ini bergerak di bidang pendidikan.  SMA Pradita Dirgantara akan menjadi salah satu sekolah unggulan dari yayasan tersebut dengan pembina BJ Habibie.

Sementara itu, Tim Sarana Prasarana SMA Pradita Dirgantara, Eggy Gunawan mengatakan proses pembangunan gedung sekolah diprediksi rampung April-Mei 2018. Tenaga pendidik juga sudah direkrut dan saat ini masih pada tahap diklat dan magang di sekolah-sekolah terbaik.

SMA Pradita Dirgantara, lanjutnya, dibangun di lahan seluas delapan hektare degan proses pembangunan sekolah dilakukan secara bertahap.

Ke depan, dia menambahkan dari 150 siswa akan dibagi dalam 5 kelas. Semua siswa akan diarahkan pada jurusan sains Ilmu Pengatahuan Alam (IPA). “Selain nilai minimal 9, akan ada seleksi lanjut meliputi kesehatan dan psikologi,” ujarnya.

Ketua Tim Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Pradita Dirgantara, Kolonel Dody Sumardi mengatakan sekolah ini menggunakan kurikulum Cambridge dan materi nasional, sehingga siswa berkesempatan mengikuti seleksi perguruan tinggi. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 579 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *