Home > HEADLINE > NU Demak Prioritaskan Progam Penguatan Ideologi NKRI Di Kalangan Pelajar Dan Santri

NU Demak Prioritaskan Progam Penguatan Ideologi NKRI Di Kalangan Pelajar Dan Santri

DEMAK[Kampusnesia] – Pengurus Cabang Nahdalatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak akan memprioritaskan program penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan dikalangan pelajar dan santri, sebagai upaya untuk menangkal berkembangnya paham yang bertentangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kalangan generasi muda.

Wakil Sekretaris Tanfidziyah PCNU Demak, H, Sidiq Sugiarto SE,MM nengatakan langkah itu dilakukan, karena mulai tercium indikasi pergeseran segmentasi sasaran dari pihak-pihak yang ingin memperlemah keutuhan bangsa Indonesia, khususnya di kalangan Nahdliyyin.

Dengan demikian, lanjutnya, pada forum Muskercab NU yang berlangsung di pondok  pesantren Al Fattah Demak Minggu (21/1) disepakati gerakan penangkalan dan pencegahan dini menjadi program prioritas.

“Dalam pelaksanaannya langsung  ditangani oleh para kyai pesantren, guru-guru ngaji dan lembaga-lembaga pendidikan di ligkungan NU,” ujarnya kepada Kampusnesia.com di sela Musyawarah Kerca Cabang  (Muskercab) NU Demak, Minggu (21/1).

Selain itu, dia menambahkan secara institusional, perangkat NU cabang Demak mulai dari badan otonom, lembaga dan lajnah diwajibkan untuk memasukkan muatan penguatan ideologi dalam setiap merencanakan dan menjalankan program-programnya.

Menurutnya, pembinaan dan penguatan ideologi kebangsaan di lingkungan NU Demak, khususnya kalangan pemuda sudah berjalan dengan baik dan mantap.

“Dua ujung tombak badan otonom NU yang mewadahi potensi pemuda , meliputi Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU juga berhasil menjalankan program penguatan ideologi kebangsaan.

Salah satu indikasinya, kata Sidiq, berbagai macam ideologi yang diupayakan untuk disusupkan di kalangan anak-anak muda, NU berhasil menghalau, meski berbagai macam cara ditempuh termasuk cara-cara profokatif.

Nampaknya, dia menambahkan, penyusupan ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara itu kini disusupkan melalui media-media sosial (medsos).

Dengan demikian, Sidiq meminta, kepada para kyai pesantren, kyai kampung, mubaligh, guru ngaji dan para orang tua hendaknya sering mengontrol alat komunikasi yang dipegang anak-anak didiknya.

Forum Muskercab NU telah menghasilkan beberapa ketetapan yang diamanatkan kepada PCNU Demak masa khidmah 2018-2023.

Ketua Umum Tabfidziyah PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siraj, MA yang dijadwalkan akan melantik pengurus baru dibawah pimpinan duet KH Zaenal Arifin Makshum (Ros Syuriyah) dan KH Aminudin Mas’udi (Ketua Tanfidziyah) berhalangan hadir dan digantikan Bendahara PBNU Bona Suhendra.

Prosesi pelantikan seusai Muskercab dipimpin Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng,  KH. Drs Muhlisin, SE, M.Ag, MM . (smh)

* Artikel ini telah dibaca 403 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *