Home > EKONOMI & BISNIS > Pedagang Segera Kembali Tempati Pasar Simongan Baru Semarang

Pedagang Segera Kembali Tempati Pasar Simongan Baru Semarang

SEMARANG[Kampusnesia] – Dinas Perdagangan Kota Semarang memastikan Pasar Simongan segera ditempati pedagang, meski pembangunannya belum selesai sempurna masih berjalan 93%.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan penempatan pedagang di Pasar Simongan itu mendesak, setelah memperoleh kesepakatan dengan para pedagang yang bersedia melengkapi kekurangan yang masih ada, seperti pintu kios yang akan dipasang mereka .

“Memang Pasar Simongan masih banyak kekurangan, tetapi aman untuk dipakai berjualan oeh para pedagang,” ujarnya Selasa (30/1).

Menurutnya, Pembangunan Pasar Simongan Semarang merupakan proyek tahun lalu yang ditargetkan selesai akhir 2017, namun ternyata kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sehingga mengajukan perpanjangan waktu.

Perpanjangan itu, lanjutnya, didasarkan Peraturan Presiden Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah yang membolehkan perpanjangan maksimal 50 hari untuk proyek dari dana APBN.

Setelah berkonsultasi, dia menambahkan dengan Kementerian Perdagangan, kontraktor diizinkan melanjutkan pekerjaan pembangunan Pasar Simongan dengan biaya sendiri, berikut denda.

Namun, kata Fajar, PT Dinamika Persada Sehati kontraktor yang mengerjakan proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp5,45 miliar itu tidak sanggup merampungkan,  sehingga diusulkan mendapatkan snksi blacklist.

“Jadi, kami hanya membayar nilai kontrak  60% dan sisa anggaran dikembalikan ke Kementerian Perdagangan, kemuian selanjutnya, kami juga usulkan ke Inspektorat untuk sanksi blacklist,” tuturnya.

Berkaitan dengan pemindahan pedagang untuk menempati Pasar Simongan, sebelumnya sudah disosialisasikan yang digelar Selasa ini, kemudian dilanjutkan penataan ulang dan pembersihan lokasi.

“Semula kami akan mengundi los pada 3 Februari 2018, namun sementara ini kios tidak diundi karena jumlahnya hanya 20 unit. Pedagang mulai pindah ke dalam pasar mulai 4 Februari 2018 dan maksimal 10 Februari 2018 sudah masuk semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Simongan Semarang Fathurokhman menuturkan banyak kekurangan pekerjaan fisik yang belum diselesaikan oleh kontraktor, meski banyak bagian yang sebenarnya penting.

“Seperti pintu kios atau rolling door. Dari 19 kios yang ada, hanya lima kios yang sudah dipasangi rolling door. Pintu utama pasar juga belum ada, kami khawatir dengan keamanan pasar,” tuturnya.

Menurutnya, kekurangan dalam pembangunan Pasar Simongan merupakan kesalahan kontraktor pelaksana, Namun pihaknya meminta Dinas Perdagangan untuk dapat melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang.

“Pedagang mengeluarkan biaya untuk pindah itu sebenarnya wajar, kami pun menerima kondisi seperti apapun. Dibeikan tempat berjualan sudah bagus. Namun, untuk keamanan bersama kami minta dinas dapat mengusahakan kebutuhan itu,” ujarnya. (RS)

 

* Artikel ini telah dibaca 286 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *