Home > HEADLINE > Pekalongan Utara Mejadi Prioritas Program RTLH

Pekalongan Utara Mejadi Prioritas Program RTLH

PEKALONGAN[Kampusnesia] – Pemkot Pekalongan tahun ini akan mengalokasikan anggaran dari sumber dana APBD untuk pemberian bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 700 unit dan diprioritaskan wilayah Pekalongan utara yang tergenang banjir rob.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan tahun ini sebanyak 700 RTLH  segera diperbaiki dengan bantuan biaya bersumber dari APBD Kota Pekalongan.

Bantuan perbaikan RTLH sebanyak itu, lanjutnya, untuk 151 unit akan menggunakan dana berasal dari dana alokasi khusus (DAK), 400 unit dari program bantuan stimulan perumahan Swadaya (BSPS) Pemerintah Pusat dan sisanya 100 unit dari APBD Provinsi.

Menurutnya, untuk perbaikan itu, nilai  anggaran dari APBD sebesar Rp7,5 juta, APBD Provinsi sebesar Rp10 juta dan DAK dan BSPS Pemerintah Pusat senilai Rp15 juta.

“Program RTLH tahun ini kami prioritaskan untuk wilayah Pekalongan Utara, mengingat rumah warga di kawasan itu sebagian besar kumuh akibat dilanda banjir rob,” ujarnya saat memberikan bantuan untuk perbaikan rumah Taryati warga RT 5 RW 4 Kelurahan Panjang Baru kecamatan Pekalongan Utara, Sabtu. (3/2).

Dia menuturan bantuan yang diberikan kepada Bu Taryati janda beranak enam itu, memang tidak seberapa, tetapi paling tidak dapat mengurangi beban mereka.

Selama setahun Taryati  telah menghuni rumah dengan luas bangunan 12 m X 7 m yang terbuat dari bambu dalam kondisi hampir roboh, akibat pondasi rumah tergerus air rob.

Beruntung baginya meskipun rumah terendam air rob, warga setempat masih berinisiatif memberikan bantuan berupa pasir batu (Sirtu), untuk meninggikan lantai rumah agar tidak terendam.

“Alhamdulillah setelah dibantu warga, sekarang pak Wali Kota silaturahmi ke rumahi dan memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah kami yang hampir roboh sebesar Rp10 juta,” tutur Taryati.

Sementara Lurah Panjang Baru Sukosrono Hadi mengatakan di wilayahnya terdapat 170 RTLH yang rusaknya hampir sama dengan rumah milik Taryati.

Menurutnya, untuk mengatasi rumah rusak dampak rob pihak kelurahan Panjang Baru telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas pemukiman dan DPU serta Bappeda.

“Pada 2017 sudah 30 rumah yang diperbaiki, dan tahun ini dialokasikan untuk 30 rumah yang bakal diperbaiki terbagi di 10 RW.

Ke depan, dia menambahkan diharapkan keseluruhan RTLH milik warga dapat diperbaiki hingga selesai 2019 sesuai program Walkota,” ujarnya. ( Iwan Arifianto/rs)

* Artikel ini telah dibaca 107 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *