Home > HEADLINE > ISNU Demak Warisi Semangat Gerakan Reformasi Walisongo

ISNU Demak Warisi Semangat Gerakan Reformasi Walisongo

DEMAK(Kampusnesia) – Kalangan cendekiawan di wilayah Kabupaten Demak yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) harus mampu bersikap arif seperti Walisongo yang sukses dalam melakukan gerakan reformasi untuk memperbaiki kondisi masyarakat.

Ketua PC ISNU Demak, Muhammad Ali Maskun SH mengatakan setiap cendekiawan atau sarjana biasanya melekat jiwa reformis. Namun, dalam mengimplementasikannya harus hati-hati tidak boleh emosional atau efuria yang berlebihan, dengan tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan.

“Walisongo yang sukses menghadirkan Islam di bumi Nusantara ini diawali dengan membangun perubahan atau gerakan reformasi,” ujarnya kepada Kampusnesia.com di sela Rakercab ISNU Demak di kantor NU Demak , Minggu (4/2).

Menurutnya, gerakan reformasi Walisongo yang dimulai di Demak dilakukan dengan arif. Masyarakat diposisikan sebagai subyek untuk diajak melakukan perubahan dengan menjauhi atau meninggalkan kemunkaran.

Bersamaan dengan itu, lanjutnya, masyarakat diajak untuk menjalankan kebaikan dengan tanpa menjelek-jelekkan yang munkar, tetapi tetap ditinggalkan atau tidak dijalani.

“Ini perilaku arif dan bijaksana yang akhirnya menjadikan masyarakat tertarik untuk memeluk Islam dan sekaligus dilibatkan dalam membangun peradaban Islam di Jawa.

Menurutnya, langkah itu reformatif dan damai. Dengan demikian, dia menambahkan ISNU Demak harus menirunya dalam berkhidmah kepada masyarakat melalui NU.

Sementara Ketua Tanfidziyag PCNU Demak KH Muhammad Aminuddon Mas’udi pada Rakercab ISNU Demak mengharapkan agar ISNU Demak mampu berperan aktif dalam mendukung berbagai pelaksanaan program NU.

“ISNU sebagai wadah berkumpulnya masyarakat akademis hendaknya mampu memahami problem yang dihadapi NU di Demak ini, kemudian turut serta mencari solusinya,” tutur kyai Aminudin.

Menurutnya, beberapa waktu lalu NU Demak menggelar Nuyawarah Kerja Cabang (Muskercab), hasilnya akan ditindaklanjuti dengan melibatkan perangkat organisasi baik badan otonom maupun lembaga.

“ISNU sebagai salah satu badan otonom saya persilahkan untuk laksanakan program NU yang sudah ada sesuai dengan visi dan misinya,” ujar Aminuddin (smh)

* Artikel ini telah dibaca 187 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *