Home > HEADLINE > Masyarakat Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Perkembangan Gerakan Radikalisme

Masyarakat Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Perkembangan Gerakan Radikalisme

SEMARANG[Kampusnesia]- Masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan gerakan radikalisme dan terorisme, menyusul ditangkapnya para terduga pelaku aksi teror di Solo akhir pekan lalu oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng Dr Drs Budiyanto SH M Hum  mengatakan keberhasilan aparat meringkus terduga pelaku teror itu, akan semakin  meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan dalam mewujudkan suasana tertib, aman dan tenteram.

“Pada sisi lain, keberhasilan itu juga harus diimbangi dengan peningkatan sikap waspada masyarakat, sehingga gejala aksi radikal  dan teror sekecil apapun dapat dideteksi serta dicegah sedini mungkin,” ujar kepada Kampusnesia.com di Semarang, Senin (5/2).

Menurutnya, informasi penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku aksi teror EM alias EW  dan S alis M, warga Desa Jatikuwung Gondangrejo Karanganyar itu, diperoleh FKPT Jateng beberapa  saat setelah Densus 88 meringkus terduga anggota jaringan peledakan bom di Gemolong Sragen 11 Desember 2016 lalu.

Keberhasilan aparat ini, lanjutnya, dapat dijadikan pelajaran kepada seluruh masyarakat Jateng,   untuk tetap sikap waspada, bahkan  akan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak boleh lengah walau hanya sedetikpun.

Jika aparat yang selalu sigap dan mampu bergerak cepat harus dapat selalu diimbangi oleh masyarakat yang terpelihara kewaspadaannya sehingga gangguan apapun yang mengancam Jateng akan dapat tercegah.

Apalagi, dia menambahkan ancaman radikal dan teror yang sudah dideklarasikan  sebagai kejahatan luar biasa oleh masyarakat internasional, harus dicegah jangan sampai terjadi di Jateng sebagaimana yang terjadi pada tahun lalu.

“Namun dalam mengaktualisasikan sikap waspada jangan berlebihan atau bergeser ke sikap saling curiga, karena akan menjadikan  suasana tidak kondusif dan tidak produktif,” tutur Budi.

Kondusifitas masyarakat dapat semakin nyaman dan tenteram kalau tercipta suasana keterbukaan dan keakraban di lingkungan masyarakat. Komunikasi  yang berjalan dengan lancar antara masyarakat dengan  aparat keamanan juga akan semakin mempersempit ruang gerak para pelaku teror.

Dengan demikian, ujar Budi,  menjelang berlangsungnya pesta demokrasi  atau Pilkada serentak Juni mendatang, FKPT Jateng menghimbau kepada seluruh aparat Pemerintah dan tokoh masyarakat agar selalu mengingatkan kepada warga masyarakat untuk tetap waspada, ditengah pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 111 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *