Home > HEADLINE > BNPT Akan Pertemukan Mantan Napiter Dengan Korban Kejahatan Terorisme

BNPT Akan Pertemukan Mantan Napiter Dengan Korban Kejahatan Terorisme

JAKARTA[Kampusnesia] – Badan Nasional Penanggulangan Terorme (BNPT) akan mempertemukan para mantan narapidana teroris (napiter) dengan para korban dan keluarga korban, akibat tindak kejahatan kemanusiaan luar biasa yang terjadi di Indonesia.

Deputi I (Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi) BNPT Mayjen TNI Abdurrahman Kadir mengatakan agenda pertemuan antara pelaku dan korban aksi teror ini, merupakan salah satu upaya dan metode penanggulngan serta pencegahan agar masyarakat semakin mampu memahami bahayanya terorisme.

“Baik pelaku maupun korban teror sebenarnya adalah sama-sama korban. Pelaku dikategorikan sebagai korban karena dia adalah korban pengaruh idelogi teror, sehingga tega melakukan perbuatan yang merugikan orang lain,” ujarnya pada saat menyampaikan pembekalan kepada peserta Rakernas 32 FKPT, di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Rabu (21/2).

Menurutnya, semula agenda ini dikemas dengan tajuk rekonsiliasi agar tidak memunculkan dendam di masa depan diantara sesama anak bangsa . Namun, pihak korban belum bersedia dan belum siap berekonsiliasi.

BNPT, lanjutnya, tetap terus berupaya agar ke depan beban dendam diantara sesama anak bangsa tidak terus berlanjut, sehingga kemasan acaranya diubah dari rekonsiliasi menjadi silaturahmi.

“Perubahan ini tidak masalah, yang penting ada komunikai diantara kedua belah pihak,” tuturnya.

Melalui forum ini diharapkan akan muncul suasana kebatinan dan spirit humanisme, terutama dari pihak mantan napiter atau pelaku bahwa akibat perbuatannya menjadikan pihak-pihak yang tidak bersalah dan tidak memiliki masalah dengan dirinya menjadi menanggung beban berat.

Tidak hanya pihak korban, dia menambahkan tetapi juga keluarga korban.
Bahkan, dari pihak disekitar pelakupun pada akhirnya menjadi juga menjadi korban. Misalnya keluarga dan lingkungan tempat tinggal, daerah asal usul atau lembaga pendidikan yang penah menjadi tempat belajar pelaku teror ikut menanggung beban, setidaknya beban psikologis dan sosial.

Menurutnya, silaturahmi antara mantan napiter dengan korban teror yang difasilitasi BNPT itu dijadwalkan akan berlangsung pada akhir pekan Februari ini. Dari proses pendekatan yang dilakukan BNPT selama menyiapkan agenda ini diketahui ternyata ada yang terlupakan.

Mayjen TNI Abdurrahman Kadir Deputi I (Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi) BNPT

Selama ini melalui program deraradikalisasi BNPT hanya terfokus pada penanganan para napiter, keluarga dan lingkungannya. Sedangkan korban nyaris terlupakan.

“Ini tidak boleh berlanjut terus , BNPT segera mengambil langkah mendekati para korban teror atau keluarganya, agar mereka juga mendapat pendampingan dalam menghahadapi hari-hari panjang dan problem kehidupan yang cukup berat setelah terkena dampak perbuatan teror,” ujar Rahman Kadir. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 145 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *