DEMAK[Kampusnesia] – Pilkada serentak untuk memilih 171 Kepala Daerah Juni mendatang dipastikan akan diwarnai suasana kompetisi yang ketat dan seru, Bahkan diharapkan dalam persaingan memperebutkan kepercayaan rakyat itu jangan sampai menciderai nilai-nilai demokrasi dan menggoyahkan persatuan bangsa.
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Demak, Ali Maskun SH mengatakan Pilkada harus menjadi sarana untuk mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi. Forum kampanye jangan hanya dijadikan ajang untuk memobilisasi suara rakyat, tetapi juga harus dijadikan sarana untuk memberiklan pendidikan demokrasi kepada rakyat.
“ISNU Demak menolak segala bentuk kampanye yang bernuansa SARA, money politic dan berbagai bentuk kampanye yang yang dapat mencedarai nilai-nilai demokrasi dan memecah belah persatuan bangsa,” ujarnya dalam diskusi terbatas tentang Pilkada 2018, di Demak, Kamis (1/3).
Menurutnya, Pilkada bukan tujuan demokrasi tetapi hanya sebatas sarana untuk mencapai tujuan dalam berdemokrasi, termasuk dalam memilih kepala daerah, sehingga dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Juni mendatang, pesta demokrasin ini harus dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas melalui proses penyelenggaraan yang berkualitas pula.
Lahirnya pemimpin yang berkualitas, lanjutnya, harus dibarengi dengan kemampuan penyelenggala pesta demokrasi yang obyektif, profesional, obyektif, konsekuen dan konsisten terhadap regulasi serta tidak memihak kepada salah satu pasangan kandidat kepala daerah yang akan dan sedang berkompetisi.
Sebagai salah satu perangkat NU yang menghimpun potensi para sarjana dan kaum intelektual, ISNU siap memenuhi panggilan tugas dalam upaya menyehatkan demokrasi bangsa Indonesia melalui cara-cara yang cerdas.
Dengan demikian, dia menambahkan dapat mendorong masyarakat yang sudah memiliki hak pilih agar berpartisipasi aktif dengan menggunakan hak suaranya dalam Pilkada Juni mendatang. Langkah ini perlu ditempuh, menurutnya, untuk menekan terjadinya kasus golput atau tidak digunakannya hak pilih secara sengaja oleh para pemilik hak suara.
Kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Demak, terutama nahdliyyin ISNU Demak berharap agar dalam Pilgub pertengahan tahun ini benar-benar menggunakan hak suaranya dengan cerdas, amanah dan rasa tanggung jawab.
Sikap ISNU Demak, kata Maskun, dalam Pilkada ini netral, mempersilahkan anggotanya untuk memilih Calon Gubernur dan pasangannya melalui pendekatan yang rasional dan tanggung jawab.
“Kami hanya menentukan kriteria kandidat yang akan dipilih. Kriterianya jujur, amanah, kompeten, dekat dengan rakyat dan selalu memperjuangkan kesehteraan rakyat,” tuturnya. (smh)