Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Demak Siapkan 70 Hektare Tambak Garam Untuk Dukung Program PuGAR

Demak Siapkan 70 Hektare Tambak Garam Untuk Dukung Program PuGAR

DEMAK[Kampusnesia] – Pemkab Demak gencar berupaya mengembangkan lahan tambak garam untuk mendukung program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PuGAR)  di sejumlah desa yang menjadi sentra produksi garam di wilayah pesisir itu.

Lahan tambak seluas 70 hektare berhasil diintegrasikan untuk mendukung program PuGAR tahap awal di sejumlah daerah sentra produksi garam di kota Wali itu.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan  PuGAR  merupakan program nasional yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat dalam upaya menjaga kualitas garam yang diproduksi oleh para  petani di seluruh tanah air, hingga diharapkan hasil produksinya memiliki daya saing tinggi di pasaran.

“Dengan lahan seluas 70 hektare itu, juga diharapkan para petani tambak garam di Demak mampu meningkatkan produksinya hingga mencapai sebanyak 139.000 ton pada tahun ini,” ujarnya melalui Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Demak, Ir Nanang Tasunar dalam acara Sosialisasi Daerah (Sosda ) PuGAR di Demak, Selasa (6/3).

Menurutnya, untuk mendukung realisasi PuGAR  pemerintah menyediakan fasilitas gudang yang representatif  di sentra-sentra produksi garam di tanah air, termasuk di wilayah Demak.  Manajemen gudang garam di Demak akan dikelola Koperasi Garam Laut Desa Babalan Wedung.

Dengan adanya program ini, lanjutnya, para petani dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya.  Jika kualitas produk garam bagus sudah dapat dipastikan harga akan melonjak, sehingga kesejahteraan petani tambak bakal ikut meningkat yang pada akhirnya dapat mendorong bergeraknya sektor riil di kawasan pesisir wilayah Kabupaten Demak.

“Kepada OPD yang terkait dengan aktivitas produksi dan penyaluran garam saya berharap agar terus menerus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para petani garam, sehingga predikat Demak sebagai salah satu daerah penyangga produksi garam nasional bisa tetap dipertahankan,” tuturnya.

Kendala yang dihadapi para petani tambak garam di wilayah Demak selama ini, terjadi pada kebutuhan gudang sebagai tempat penyimpanan garam hasil produksinya yang masih terbatas.

Penyimpanan garam hasil produksi itu, juga untuk menjaga kualitas produk, sehingga dapat untuk memenuhi konsumen secara nasional.

Dengan demikian, dia menambahkan saat ini sudah terdapat fasilitas gudang garam yang terintegrasi dengan lahan, sehingga diharapkan garam produksi petani dapat terjaga ketahanannya dan kualitasnya di setiap musim panen raya.

Pemkab Demak merupakan salah satu dari 21 daerah yang  selama ini diandalkan sebagai  penyangga produsen garam nasional, dan akan terus berupaya mendorong para petani agar selalu menjaga kualitas garam yang mereka budidayakan. (Faidlul Atiq/rs)

* Artikel ini telah dibaca 240 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *