Home > KABAR KAMPUS > EDUKASI KAMPUS > Media Konvensional Tidak Akan Tersingkir Dengan Hadirnya Media Online

Media Konvensional Tidak Akan Tersingkir Dengan Hadirnya Media Online

SEMARANG[Kampusnesia] – Munculnya berbagai media online (siber) dengan beraneka ragam contennya di era digital saat ini, yang menggunakan fasilitas jaringan internet tidak secara otomatis bakal menggeser  peran media konvensional dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat.

Kepala Laboraturium Jurnalistik Elektronik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang Drs Pardomuan Siregar, M.I.Kom mengatakan media siber merupakan media baru yang tumbuh seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi internet serta teknologi elektronik lainnya.

Kemudahan penggunaan teknologi internet dengan perangkat pendukungnya menjadikan Media Siber (Cyber Media) semakin berkembang beberapa tahun belakangan ini. Media baru ini tidak dipungkiri memang  memiliki kelebihan dalam berkomunikasi melalui internet, hingga tidak mengherankan jika minat masyarakat terhadap media online ini  semakin tinggi.

Tidak hanya itu, lanjutnya, di era digital media online mampu mengubah mekanisme kinerja jurnalistik baik disisi aktualitas dan kecepatan menyampaikan informasi lebih cepat dan diutamakan untuk memudahkan para pembacanya.

“Pengelola media memang harus cerdik. Fasilitas digital jangan dilihat sebagai ancaman, tetapi justru dipandang sebagai peluang yang melengkapi keberadaan media cetak, bahkan elektronik,” ujarnya kepada Kampusnesia.com, di ruang kerjanya, Kamis (8/3).

Menurutnya, berkembangnya jurnalisme digital yang mendorong tumbuhnya media-media online  seperti saat ini ada sejumlah media konvensional yang tetap mampu bertahan karena mengikuti trend yang ada, termasuk memanfaatkan fasilitas digital, meski sejumlah media konvesional lain juga terlihat mulai berguguruan menutup aktivitasnya dan beralih ke media online, tanpa mengubah nama dengana tetap nama media sebelumnya.

Media cetak, dia menambahkan memiliki keunggulan dimata pembacanya, jika kontennya dikemas lebih detail sesuai dengan selera konsumen, sehingga tidak akan ditinggalkan pembaca. Ulasan maupun pengungkapan peristiwa yang lebih mendalam disertai investigasi yang lebih lengkap sehingga informasinya akan semakin digemari pembacanya.

Survei terakhir menyebutkan media cetak atau koran akhir-akhir ini hanya dikonsumsi oleh kalangan yang berusia 30 tahun ke atas. Demikian juga media elektronik radio juga berada dibawah ancaman digital akan ditinggalkan pendengarnya karena akan bermigrasi ke media onlie.

Drs Pardomuan Siregar, M.I.Kom Kepala Laboraturium Jurnalistik Elektronik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang , 

Kekhawatiran tersebut, ditepis dosen yang mengajar mata kuliah Komunikasi Pembangunan STIKOM Semarang itu. Alasannya, menurutnya, media elektronik khsususnya radio masih memiliki mobilitas yang tinggi, mengingat masyarakat ditengah kesibukan menjalankan berbagai aktivitas, mereka masih menginginkan dapat menikmati sajian informasi atau hiburan melalui radio. Misalnya, pada saat mengemudi, belajar, membaca dan sebagainya mereka membutuhkan informasi melalui radio, karena akvitas mereka itu tidak memungkinan dapat dilakukan sambil membaca, hingga yang dibutuhkan mendengarkan radio.

Selain itu, ujar Pardomuan, menikmati siaran radio bisa dilakukan dimana saja. Bahkan dalam konteks kekinian radio bisa dikatakan is now maksudnya ketika ada perististiwa bisa diinformasikan seketika itu, termasuk juga siaran langsung, pendengar dengan cepat dapat memperoleh informasi.

“Pengalaman selama ini media konvensional seperti Radio, Televisi dan Cetak lebih dapat dipercaya keakuratanya. Media konvensional lebih jelas sumber dan medianya, sedangkan media online sangat dibutuhkan kecepatan, meski penyajian para jurnalis menginformasikan sebuah peristiwa tidak harus akurat dan lengkap sudah dipublish, kemudian selang beberapa waktu disusul berita lanjutan baru dipublish, hingg seterusnya yang akhir mendekati tuntas penyajian beritanya, ” tuturnya.

Namun demikian, dia menambahkan kelemahan media online tidak bisa digeneralisasi. Satu hal yang tidak boleh dilupakan menikmati sajian media online harus menyikapinya dengan cerdas. (Noviratna Sari/smh)

* Artikel ini telah dibaca 495 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *