Home > HEADLINE > 50 Pekerja PT Sahabat Kesurupan Saat Melakukan Aktivitas Bekerja

50 Pekerja PT Sahabat Kesurupan Saat Melakukan Aktivitas Bekerja

UNGARAN[Kampusnesia] – Peristiwa cukup menegangkan terjadi di sebuah perusahaan garmen yang berlokasi di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, yang sebagian besar pekerjanya perempuan, tiba-tiba beberapa di antaranya kesurupan.

Pada saat melakukan aktivitas para pekerja PT Sahabat perusahaan garmen itu,  awalnya dikejuttka seorang  karyawati di bagian produksi berteriak histeris. Namun, ketika ditolong oleh rekan kerjanya bahkan ikut histeris, yang diduga karyawati itu mengalami kerasukan roh halus (kesurupan).

Kondisi ini semakin parah, mengingat kasus itu merambah hingga sekitar 50 karyawati terjadi serupa secara bersamaan dan membuat panik semua pekerja industri tekstil itu.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi, peristiwa tersebut bermula pada hari Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang karyawati di bagian produksi memasuki area gudang untuk memindahkan beberapa kardus kemasan bahan baku, tiba – tiba berteriak histeris dan ternyata tubuhnya telah dirasuki oleh roh halus (kesurupan).

Pada saat hendak di tolong rekan – rekan kerjanya, lanjut Teguh,  dia justru berbicara tidak karuan arahnya dan meminta diselenggarakan pagelaran wayang kulit bila dilakukan pemugaran bangunan gudang perusahaan.

Upaya menyadarkan karyawati tersebut, dia menambahkan belum membuahkan hasil, justru kejadian ini menjalar karyawati yang lain hingga mencapai 50 perkerja menjadi kesurupan bersamaan.

“Salah seorang staf HRD PT Sahabat bernama Ibu Watini melakukan pelaporan ke Polsek Bergas untuk melakukan pengamanan lokasi, bahkan manajemen perusahann memanggil seorang Imam masjid desa setempat untuk membantu mengusir roh halus yang merasuki puluhan karyawati itu,” ujarnya, Jumat. (9/3)

Berdasarkan pada keyakinan warga kepada anggota Polsek Bergas saat membantu mengamankan lokasi perusahaan, kejadian ini dihubungkan pada kepercayaan Desa Klepu konon setiap tahunnya harus menggelar pertunjukan wayang kulit pada saat mejalankan tradisi Merti Desa, namun tahun lalu tidak diselenggarakan pagelaran wayang kulit yang telah menjadi tradisi dan kepercayaan warga setempat.

“Setelah dibacakan doa – doa pengusir roh halus oleh Imam masjid setempat, puluhan karyawati perusahaan tersebut dapat kembali sadar, atas kejadian itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan oleh manajemen, maka seluruh karyawan dipulangkan yang diharapkan mereka dapat kembali bekerja dengan tenang esok hari,” tutur Teguh. (Andi Saputra/rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 598 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *