Home > EKONOMI & BISNIS > Pemkab Demak Gandeng Ulama Sosislaisasikan Program Dan Hasil Pembangunan

Pemkab Demak Gandeng Ulama Sosislaisasikan Program Dan Hasil Pembangunan

DEMAK[Kampusnesia] –  Pemkab Demak rutin menjalin interaksi positif dengan kalangan ulama dan tokoh masyarakat yang  setiap hari hidup bersama ditengah-tengah warga, hingga sangat terbantu dalam mensosialisasikan program dan hasil pembangunan yang sudah dicapai.

Bupati  Demak HM Natsir mengatakan kegiatan silaturahmi pemerintah dengan kalangan ulama, kyai kampung, tokoh masyarakat dan pengasuh pondok  pesantren se-Kabupaten Demak selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Selain setiap saat bisa saling berkomunikasi dan bersilaturahmi, kami memiliki wadah Forum Komunikasi Ulama Umara (FKUU) yang secara berkala menggelar kegiatan silaturahmi untuk saling tukar informasi,” ujarnya yang diwakili Kepala Bagian Kesekahteraan Rakyat (Kabag Kesra), H. Anang Badrul Kamal S.Sos, M.Si dalam kegiatan FKUU, di  Aula Kantor Kecamatan Karangawen, Demak, Selasa (20/3).

Menurutnya, forum ini sangat efektif sekali dalam mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan yang sudah dicapai setiap tahunnya, selain juga program-program pembangunan yang akan dan  sedang dibahas atau dilaksanakan dapat tersosialisasikan melalui forum.

Selanjutnya  informasi-informasi oleh para ulama dan kyai  secara kultural disosialisasikan  melalui forum-forum, majlis-majlis atau kegiatan-kegiatan yang dihadiri banyak orang dibawah pembinaan dan pengasuhan  mereka.

Selain itu, lanjutnya, melalui FKUU ini Pemkab dapat menerima masukan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat yang disampaikan oleh para ulama dan tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan FKUU.

Dengan demikian, dia menambahkan saluran informasi dan komunikasi  dari masyarakat kepada Pemkab Demak semakin beragam jalurnya.

“Tantangan terberat Pemkab Demak yang saat ini dihadapi di antaranya problem pendidikan anak-anak sekolah yang setiap saat dibawah ancaman bayang-bayang minuman keras (miras) dan narkoba. Guru atau pengajar sekolah tidak memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk membentengi anak-anak Demak dari dua penyakit masyarakat (pekat) itu.

Disinilah, kata Natsir, peran ulama, kyai dan tokoh masyarakat sangat diperlukan. Intensiatas pertemuan mereka melalui berbagai kegiatan peribadatan setiap hari dengan anak-anak Demak seusia sekolah bersama para orang tuanya lebih tinggi dan sering dibanding para guru di sekolah-sekolah yang ada.

Dengana demikian, menurutnya, Pemkab Demak akan rutin melibatkan ulama dalam mencari solusi atas munculnya berbagai macam problem kemasyarakatan yang setiap saat muncul. ( Faidul Atiq/rs)

* Artikel ini telah dibaca 114 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *