Home > EKONOMI & BISNIS > Pemerintah Beri Apresiasi Lion Airlines Atas Pembelian 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10 Senilai US$ 6,24 Miliar

Pemerintah Beri Apresiasi Lion Airlines Atas Pembelian 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10 Senilai US$ 6,24 Miliar

JAKARTA[Kampusnesia] – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi maskapai dalam negeri Lion Airlines yang merealisasikan pembelian 50 pesawat generasi terbaru keluaran pabrikan asal Amerika, tipe Boeing 737 MAX 10 senilai US$ 6,24 miliar atau setara Rp84,24 triliun.

Boeing [NYSE:BA] dan Lion Air Group mengumumkan maskapai Indonesia itu merealisasikan pembelian 50 Boeing 737 MAX 10 sebagai generasi pesawat terbaru, yang akan menjadi ­­jet berlorong tunggal (single aisle) paling efisien dan menguntungkan di industri penerbangan.

Lion Airlines merupakan pemesan pertama pesawat tipe Boeing 737 MAX 10. Atas capaian ini Menhub berharap Lion Airlines dapat memberikan kontribusi lebih bagi pemerintah dan dunia penerbangan tanah air.

“Lion Air menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan Boeing 737 MAX 10. Kami sangat mengapresiasi Lion Air atas hal ini. Ini harus kita dorong dan ini adalah bagian indikasi bahwasanya dunia industri tumbuh dengan baik, dan mampu memberikan kontribusi kepa pemerintah,” ujar Budi Karya pada acara pendandatanganan kontrak pembelian Boeing 737 MAX 10. di Jakarta Selasa (10/4).

Menurutnya, rencananya Lion Airlines akan mulai mengoperasikan pesawat tipe ini pada 2023 dan menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan peswat Boeing 737 MAX 10.

Akhir 2017, lanjutnya, pencapaian Audit Keselamatan Penerbangan Tanah Air, yang dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah berhasil naik peringkat menjadi peringkat 55 dari sebelumnya pada peringkat 151 dengan nilai efektivitas inplementasi Indonesia mencapai 81,5%. Tahun diharapkan dunia penerbangan Tanah Air dapat lepas dari banned European Union (EU).

“Saat ini Indonesia tengah menghadapi penilaian dari EU, untuk menghapus beberapa maskapai nasional yang masih berada dalam daftar banned EU. Kita harap tahun ini yang mendapat banned dari Eropa akan bebas setelah belasan tahun mendapat banned,” tuturnya.

Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait menuturkan komitmen Lion Airlines untuk terus mengembangkan dunia penerbangan nasional khususnya mendukung pariwisata sektor pariwisata.

“Untuk rute Danau Toba, jangankan Danau Toba, kita lagi berpikir mengembangkan direct flight tujuan wisata manapun di Indonesia. Untuk danau Toba kita lagi mempelajari dari mana yang bisa direct dari luar negeri,” ujarnya.

Menurut Edward, pesawat tipe Boeing 737 MAX 10 ini akan memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi bahan bakar dan biaya operasional.

“Lion Air Group sangat senang menjadi pelanggan pertama yang melakukan pembelian versi terbaru Boeing 737 Max 10. Pesawat ini adalah kombinasi sempurna dari jet lorong tunggal dan akan menjadi pesawat yang ideal seiring strategi pertumbuhan kami,” tutur Edward.

Dengan panjang pesawat 43,8 meter, Boeing 737 MAX 10 diklaim Boeing mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas 130 hingga 230 penumpang dengan ketinggian jelajah mencapai 3.850 mil laut atau 7.130 kilometer. Selain itu, maskapai yang mengoperasikan akan mendapatkan biaya terendah setiap kursi per jarak tempuh (seat-mile cost) terendah di kelasnya.

Kontrak pembelian bernilai sekitar US$6,24 miliar sesuai daftar resmi harga pesawat yang dirilis Boeing. Nominal tersebut menjadikan Lion Air Group sebagai pelanggan Boeing dengan pemesanan pesawat terbesar untuk jenis MAX 10 hingga saat ini.  Pembelian ini merupakan kelanjutan dari komitmen Boeing dan Lion Air Group di Paris Air Show 2017.

Pengadaan Boeing 737 MAX merupakan wujud keseriusan perusahaan yang mempunyai program dalam menyediakan armada dengan mengandalkan pesawat generasi paling baru, modern, berteknologi tinggi dan berusia muda.

Lion Air Group merupakan pelanggan pertama Boeing dalam peluncuran perdana Boeing MAX 9. Thai Lion Air pada 29 Maret lalu merayakan kedatangan Boeing 737 MAX 9 pertama di dunia. Pesawat beregistrasi HS-LSH mendarat mulus di Bandar Udara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand (DMK). Dengan mengoperasikan 737 MAX 9 grup ini telah meningkatkan kapasitas angkut (daya muat) penumpang dan kargo serta mendukung pembukaan beberapa rute baru regional/ internasional. (rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 142 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *