Home > HEADLINE > Wakil Rektor III Undip, Budi Setyono Terpilih Sebagai Ketua PW ISNU Jateng

Wakil Rektor III Undip, Budi Setyono Terpilih Sebagai Ketua PW ISNU Jateng

SEMARANG[Kampusnesia] – Wakil Rektor III Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budi Setyono P,hD terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PW ISNU Jateng ) masa khidmah 2018-2023 menggantikan Drs HA Kholiuq Arif, Msi yang berakhir masa khidmahnya.

Pakar politik Undip yang muncul sebagai calon tunggal I arena kobferwil ISNU Jateng ini langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi atau tanpa melalui proses pemilihan dalam permusyawaratan yang berlangsung, di aula Fakulltas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (FK Unwahas) Semarang, Sabtu (14/4).

Agenda pemilihan pengurus dipimpin Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat ISNU , Cholid Saerozi setelah tata tertib konferwil disahkan, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) PW ISNU Jateng masa khidmah 2013-2018 diterima dan hasil sidang komisi-komisi disahkan dalam sidang pleno komisi.

Sebelum ditetapkan sebagai nahkoda baru PW ISNU Jateng Budi diminta kesediannya untuk dipilih dan menyampaikan kesiapannya memimloin organisasi yang menghimpun para sarjana di lingkungan jamiyyah NU Jateng.

Mantan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia ini dihadapan peserta konferwil ISNU Jateng mengatakan sebagai kader NU yang berkarir di dunia perguruan tinggi merasa cukup memiliki kawan yang dapat dimobilisir untuk membesarkan dan meningkatkan peran para sarjana NU yang kini mulai tumbuh subur tiap tahunnya.

“Setiap tahun puluhan ribu anak-anak NU di Jateng melanjutkan kuliah di berbagai perguruan tinggi diJateng maupu di luar Jateng, bahkan ada yang ke luar negeri. Demikian juga disiplin ilmu yang ditekuninya sangat beragam, tidak hanya ilmu-ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu di perguruan tinggi negeri umum,” ujar Budi.

Setiap tahun, lanjutnya, anak-anak NU juga banyak yang betrhasil menyekesaikan studi di perguruan tinggi dan diwisuda sebagai sarjana strata satu, dua atau tiga bahkan satu demi satu para ilmuwan NU di berbagai perguruan tinggi mencapai gelar guru besar atau professor di berbagai bidang keilmuan.

Ini potensi besar yang dapat dijadikan modal bagi NU dalam meningkatkan kualitas pengabdiannya kepada bangsa dan negara, atau setidaknya dapat menopang dan mendorong jamiyyah NU dalam menjalankan program-programnya.

Menurutnya, besarnya sumber daya manusia (SDM) NU yang berlatar belakang sarjana ini akan lebih bermakna kalau dimaksimalkan potensinya.

Di wadah ISNU lah, ujar Budi, mereka dipanggil kembali untuk melanjutkan pengabdiannya kepada bangsa setelah menyelesaikan studi di bangku kuliah.

Setelah terpilih sebagai orang nomor satu di ISNU Jateng, Budi Setyono dengan dibantu tujuh anggota formatur akan melengkapi susunan pengurus PW ISNU Jateng dalam waktu dua minggu.

Budi Setyono Phd Wakil Rektor III Undip Semarang

Ketujuh anggota formatur itu terdiri Dr Fahrudin Azis (unsur pengurus domisioner), dan perwakilan ISNU dari wilayah eks Karesidenan Semarang, Pati, Pekalongan, Banyumas, Kedu dan Surakarta,

Wakil Ketua PWNU Jateng, Dr Imam Yahya, MA mengatakan NU sebagai organisasi besar sangat membutuhkan dukungan dari anggotanya yang berlatarbelakang sarjana, mendampingi para kyai yang dididik di lembaga pesantren. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 438 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *