Home > HEADLINE > NU Jateng Bahas Hukum Jihad WNI Muslim Yang Melibatkan Diri Dalam Konflik Palestina-Isrel

NU Jateng Bahas Hukum Jihad WNI Muslim Yang Melibatkan Diri Dalam Konflik Palestina-Isrel

SEMARANG[Kampusnesia] –  Konflik  antara negara Palestina dengan Israel  yang tidak kunjung usai memunculkan motivasi sebagian rakyat Indonesia untuk membela Palestina melalui  perjuangan bersenjata dengan niyat jihad.

Para kyai NU se –Jawa Tengah (Jateng) akan membahas masalah ini dari sisi hukum Islam di arena Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) NU Jateng yang akan berlangsung akhir pekan ini di Purbalingga.

Wakil Katib Syuriyah PWNU Jateng KH Hudallah Ridwan Naim mengatakan ada beberapa tema yang dibahas oleh para kyai NU se-Jateng di forum bahtsul masail yang menjadi salah satu agenda kegatan Muskerwil NU Jateng, di SMK NU Bobotsai Purbalingga pada 20-22 April 2018.

“NU sering menerima pertanyaan tentang makna jihad yang sebenarnya. Yang paling sering adalah peranyaan tentang hukum jihad bagi orang Indonesia yang muslim ikut berperang membela Palestina untuk melawan Israel dengan mengangkat senjata,”ujar kyai Hudallah, Kamis (19/4).

Menurutnya, tema ini akan dibahas dan dicarikan jawabannya oleh para kyai NU yang akan bersidang di Muskerwil NU di Purbalingga. Pembahasan tidak hanya terkait problem bilateral Palestina-Israel saja, tetapi lebih luas lagi termasuk hukum motivasi jihad  antara kedua kelompok yang terlibat dalam konflik tetap sama-sama muslim.

KH Hudallah Ridwan Naim Wakil Katib Syuriyah Pengurus PWNU Jateng

Terkait dengan tema atau isu jihad, PWNU Jateng menyoroti jihad pada beberapa sisi lain. Misalnya,  upaya diplomasi politik apakah temasuk jihad, mengirimkan pasukan tentara  untuk membantu negara lain yang diserang oleh pengganggu kedaultan penguasa yang sedang berdauat dan lainnya.

Selain isu Jihaad, lanjutya, juga akan dibahas`isu-isu aktual lain yang menjadi pembecaraan masyarakat dan belum jelas posisi hukumnya. Misalnya, mahar politik, dakwahh melalui media, tanah adat dan lainnya.

Diangkatnya tema atau isu dalam bahtsul masail  sama sekali tidak terkait dengan akan dilangsungannya Pilkada atau Pemilu, tetapi hal itu merupakan problem-problem sosial kemasyarakatan yang membebani para tokoh, sehingga diperlukan ekstra hati-hati dalam mengarahkan jawaban atas pertanyaaaan masyarakat itu.

Selain agenda`bahtsul masail Muskerwil NU, juga akan membahas`persoalan-persoalan masyarakat, evaluasi program dan pemantapan program kera lima tahun depan yang akan diamanatkan kepada NU Jateng periode lima tahun ke depan. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 92 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *