Home > EKONOMI & BISNIS > Jasa Marga Akan Berlakukan Pentarifan Sistem Intergrasi Di Ruas Tol Semarang

Jasa Marga Akan Berlakukan Pentarifan Sistem Intergrasi Di Ruas Tol Semarang

SEMARANG[Kampusnesia] – PT Jasa Marga (Persero) segera memberlakukan Intergrasi, dan sistem pentarifan merata dengan tarif tunggal di tiga ruas tol Semarang, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan transaksi kepada pengguna tol.

General Manager PT Jasa Marga (Persero) Johanes Mancelly mengatakan perubahan sistem pentarifan di ruas Tol Semarang Seksi A, B, dan C. Pengguna jalan cukup membayar satu kali saat memasuki gerang tol itu, dari sebelumnya transaksi dilakukan dua kali, termasuk saat keluar gerbang tol.

Ruas Tol Semarang A, B, dan C yang saat ini dioperasikan dengan sistem transaksi terbuka terdiri dari tiga wilayah pentarifan meliputi ruas tol Jatingaleh-Krapyak (Seksi A), Jatingaleh-Srondol (Seksi B) dan Jatingaleh-Kaligawe (Seksi C).

Pemberlukan pentarifan, lanjutnya, akan dilakukan satu kali tarif saat memasuki gerbang tol (on ramp pay), sebagai upaya untuk eningkatkan pelayanan kepada apengguna tol, skaligus mengurai kemacetan yang selama ini sering terjadi.

“Seperti diketahui gerbang Tol Tembalang, Manyaran paling padat kendaraan, sehingga setelah sistem tarif merata berlaku gerbang Tembalang itu akan off. Jadi jalur utamanya yang akan keluar Srondol maupun Jangli tidak ada transaksi. Transaksi hanya ada saat masuk dari Ngesrep,” ujarnya di Semarang, Rabu (23/5).

Menurutnya, untuk intergrasi akan diberlakukan di ruas tol Trans Marga Jateng, terutama di gerbang tol Banyumanik. Secara tarif tidak bercampur antara ruas Semarang-Solo dan ruas tol Jasamarga Cabang Semarang.

Pembayaran tarif tol dari Jasamarga Cabang Semarang dilakukan di gerbang tol Banyumanik. Pembayaran ini diberlakukan untuk kendaraan yang melaju dari arah Solo menuju Semarang.

”Tarifnya yang dikenakan proposional arah Semarang-Solo entah itu dari Ungaran, Bawen, Salatiga, maupun Tingkir ditambah tarif yang ada di Semarang,” tuturnya.

Maanfat dari kedua sistem tersebut, dia menambahkan pengguna jalan tol cukup melakukan satu kali pembayaran saja. Tidak seperti sebelumnya pengguna jalan tol harus melakukan dua kali transaksi.

Pengguna jalan tol dari arah krapyak menuju Solo sebelumnya saat masuk gerbang Manyaran melakukan transaksi, melintasi gerbang Tembalang terjadi transaksi lagi dan di gerbang Banyumanik juga transaksi lagi, sehingga ada tiga kali pemberhentian untuk dari Krapyak menuju Solo.

Dia menuturkan dengan satu kali transaksi di Cabang Semarang pada ruas tol seksi A, B, C , maka cukup satu kali bayar ruas tol Semarang. Kemudian untuk di gerbang tol Banyumanik digunakan untuk identifikasi gerbang asal dan pembayaran dilakukan di gerbang keluar.

Gerbang tol, tutur Johanes, untuk pemberlakuan satu tarif disiapkan di pintu masuk tol Manyaran, Jatingaleh baik ke Jangli maupun Krapyak, Srondol, Ngesrep dan Kalipancur. Kemudian gerbang tol Gayamsari maupun Muktiharjo masih tetap dipertahankan. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 692 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *