Home > EKONOMI & BISNIS > Natsir: Sebaiknya Jangan Belanja Berlebihan Di Pasar Murah

Natsir: Sebaiknya Jangan Belanja Berlebihan Di Pasar Murah

DEMAK[Kampusnesia] – Saat belanja berbagai komoditas bahan pokok di pasar murah sebaiknya warga dapat menahan diri. Tidak perlu berlebihan agar harga spesial yang ditawarkan bisa dinikmati secara merata oleh seluruh warga yang benar-benar membutuhkan.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan nilai jual berbagai komuditas yang dijajakan di pasar murah harganya memang lebih rendah, dibanding dengan harga di pasaran umum karena ada subsidi dari pemerintah untuk meringankan beban warga yang sedang menghadapi kesulitan keuangan.

“Namun karena keterbatasan pemerintah subsidi yang disalurkan masih kurang maksimal, disarankan agar pembeliannya jangan berlebihan, sehingga yang dapat menikmati subsidi jumlahnya lebih banyak,” ujarnya saat membuka pasar murah di halaman kantor Kecamatan Mranggen Demak, Kamis (24/5)

Menurutnya, saat puasa ramadlan dan menjelang Lebaran kebutuhan sembilan bahan pokok mengalami peningkatan, sehingga warga yang kemampuannya terbatas tetap bisa mendapatkan sembako dan Pemkab Demak melaksanakan pasar murah di tiap Kecamatan.

Subsidi, lanjutnya, tidak hanya berasal dari pemerintah tetapi juga berasal dari partisipasi  masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap warga kurang mampu. Semestinya pasar murah seperti ini diperuntukkan warga yang kurang mampu, warga yang sudah berkecukupan tidak harus ikut belanja di pasar murah, apalagi melakukan pemborongan.

Sikap menahan diri, dia menambahkan aktualisasinya bisa diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang lebih membutuhkan, termasuk yang membutuhkan sembako murah. Jika hal ini bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang mampu maka dengan sendirinya mereka secara otomatis telah mendorong terwujudnya semangat pemerataan.

Dia mengharapkan dengan digelatnya pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat yang terbatas kemampuannya. Keikutsertaan 88 stand yang menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok memang dirasa belum bisa menjawab atau mengatasi problem yang ada. Namun, setidaknya hal itu bisa menjadi pemicu terwujudnya semangat pemerataan, meski belum.maksimal sesuai yang diharapkan. (Faidul Atiq/smh)

* Artikel ini telah dibaca 70 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *