Home > HEADLINE > Selama Ramadlan Ansor Jateng Gencarkan Kampanye Perdamaian

Selama Ramadlan Ansor Jateng Gencarkan Kampanye Perdamaian

SEMARANG[Kampusnesia] – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah  memanfaatkan momentum bulan ramadlan tahun ini, untuk menggencarkan kampanye perdamaian ditengah merebaknya aksi isu ujaran kebencian yang dilakukan oleh berbagai pihak yang sengaja berupaya menggoyahkan keutuhan NKRI.

Sekretaris PW GP Ansor Jateng  Fahsin  M Faal M.SI mengatakan dipilihnya tema perdamaian karena kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) sangat prihatin ditengah-tengah umat Islam menyongsong bulan ramadlan yang sebenarnya akan dimanfaatkan untuk meredam isu-isu ujaran kebencian, tiba-tiba dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri yang dikesankan berlatar belakang pertentangan antar agama.

“Isu bermotif agama yang terus berhembus paska peledakan bom bunuh diri, ini harus segera dihentikan,  kalau dibiarkan akan sangat berbahaya, karena bisa merusak suasana damai yang sudah tercipta dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, oleh karena itu, tema sentral Ramadlan Merajut Perdamaian  kami gelorakan dimana-mana, “ ujar  Fahsin di Semarang, Kamis (31/5).

Menurutnya,  secara sistemik tema merajut kembali perdamaian itu, sepanjang bulan ramadlan tahun ini disebarluaskan oleh kalangan mubaligh, dai, ustadz dan para guru ngaji dari kalangan kaum muda NU khususnya Pemuda Ansor dalam berbagai kesempatan, terutama saat berada di forum-forum majlis taklim, kultum setekah sholat dan forum –forum lainnya.

Tema ini, lanjutnya,  sangat tepat didengungkan pada saat bulan puasa ramadlan, apalagi lokasinya di Indonesia. Peristiwa pembebasan kota Makkah oleh Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Fathul Makkah dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia spiritnya bersumber  dari spirit menjalankan ibadah puasa ramadlan yang di dalamnya juga mengandung nilai-nilai spirit kedamaian.

Dia menuturkan karena spiritnya berangkat dari kedamaian itulah Ansor bersama Bansernya termotivasi untuk selalu menjaga keutuhan Indonesia. Jadi kalau pada masa-masa tertentu ada peristiwa Ansor atau Banser menjaga gereja agar terhindar dari ancaman jangan diartikan secara hitam putih bahwa Ansor sedang menjaga gereja, tetapi supaya diartikan bahwa Ansor  sedang menjaga dan menyelamatkan Indonesia, menjaga harmoni kemajemukan berbangsa dan bernegara. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 155 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *