Home > HEADLINE > Penguatan Nasionalisme Dan Karakter Pemuda Cegah Radikalisme Dan Terorisme

Penguatan Nasionalisme Dan Karakter Pemuda Cegah Radikalisme Dan Terorisme

SEMARANG[Kampusnesia] – Keberhasilan membangun karakter dan jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi modal sosial bangsa Indonesia, dalam upaya mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Tengah (FKPT Jateng) Dr. Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan jika upaya – upaya penanaman rasa cinta tanah air dan pendidikan karakter di kalangan generasi muda berhasil dilaksanakan, maka sebagian problem kebangsaan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sudah terurai atau teratasi.

“Keberadaan generasi muda yang berkarakter dan loyal terhadap tanah air menjadi modal sosial besar bagi sebuah bangsa, dalam upaya menghadapi berbagai persoalan, termasuk bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi problem gerakan radikal dan teror, “ ujar Budiyanto dalam Dialog Keagamaan dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang, di Hotel Siliwangi Semarang, Jum’at (1/6).

Menurutnya, jika sikap nasionalisme terpatri kuat di hati seluruh pemuda Indonedsia, maka segala gangguan dan ancaman yang berpotensi menggoyahkan bangunan NKRI akan mudah dihalau dan dijinakkan, tak terkecuali gangguan gerakan radikalisme dan terorisme.

Dengan demikian, lanjutnya, aksi-aksi teror seperti bom bunuh diri di beberapa tempat beberapa waktu lalu yang berpotensi memunculkan sikap galau, risau, takut dan gelisah di kalangan masyarakat bisa cepat ditangkal dan dicegah jika masyarakatnya memiliki nasionalisme yang tinggi.

Para pendiri NKRI mengetahui betul potensi besar yang ada pada diri para pemuda jika dihatinya terpatri nasionalisme dan semangat menjalankan ajaran agamanya yang tinggi, sehingga digelorakanlah oleh para ulama sebuah semboyan bahwa membela tanah air adalah sebagian dari iman.

Semboyan ini, dia menambahkan mampu menggerakkan pemuda Indonesia dalam melawann dan mengusir penjajah yang akan kembali menancapkan kuku kekuasaannya di Indonesia yang baru saja memproklamirkan diri sebagai bangsa yang berdaulat dan merdeka.

Dia menuturkan dalam konteks kekinian semboyan yang mampu memompa semangat nasionalisme dan membangun karakter bangsa itu, masih layak untuk digelorakan terus dalam upaya menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme.

Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum Ketua FKPTJateng

Dua bentuk gerakan yang bertujuan menggoyahkan stabilitas dan menciptakan ketakutan rakyat itu, harus segrra dan secepatnya dilawan hingga dilenyapkan, pemerintah akan banyak menemui kesulitan menghadapinya jika tidak ada peran aktif masyarakat.

Oleh karena itu, tutur Budiyanto, pemuda Indonesia harus merasa terpanggil untuk turun tangan dan berpartisipasi dengan melakukan pencegahan radikal teror sesuai dengan posisi dan porsi yang ada pada dirinya. (smh).

* Artikel ini telah dibaca 854 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *