Home > HEADLINE > IKWI Jateng Sumbang Sembako Dan Dana Ke Panti Asuhan Khaira Ummah Sayung Demak

IKWI Jateng Sumbang Sembako Dan Dana Ke Panti Asuhan Khaira Ummah Sayung Demak

DEMAK[Kampusnesia] – Para istri wartawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia Cabang Jawa Tengah (IKWI Jateng ) memberikan bantuan sembako dan sejumlah dana kepada anak yatim dan dhuafa yang diasuh Panti Asuhan (PA) Khaira Ummah, di kawasan Perumahan Pondok Raden Patah Desa Sriwulan Sayung Demak, Minggu (3/6).

Bantuan itu, dihimpun dari keluarga wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng yang diserahkan Ketua IKWI Cabang Jateng Ny Hj Munawaroh Amir Machmud kepada pengasuh Panti Asuhan Khaira Ummah, Basiran dan disaksikan 27 anak-anak asuh panti asuhan itu.

“Kepada anak-anak asuh dan pengasuh PA Khaira Ummah kami berharap tidak melihat harga dan nilai bantuan dari keluarga wartawan yang pagi ini kami sampaikan, tapi mohon iktikad dan niat mulia keluarga wartawan yang dinilai, mohon diterima dengan tangan terbuka,” ujar Ny Amir saat menyampaikan sambutan dalam penyerahan bantuan di ruang kegiatan Panti Asuhan Khaira Ummah , Minggu (3/6).

Menurutnya, kegiatan bakti sosial dan silaturahmi dengan memberikan bantuan kepada anak-anak panti asuhan seperti ini merupakan agenda rutin IKWI Jateng yang dilakukan setiap tahun ditengah-tengah berlangsungnya ibadah puasa ramadlan.

Pengasuh PA Khaira Ummah, Basiran saat memberikan sambutan selamat datang kepada rombongan IKWI Jateng mengatakan sebenarnya dengan kehadiran dan silaturahmi oleh elemen-elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak asuhnya di lokasi panti sudah sangat menggembiralan sekali.

“Kami tidak pernah melihat wujud, besar dan kecilnya sesuatu yang diberikan kepada kami. Tetapi yang kami lihat adalah iktikad amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Bagi kami kepercayaan itu lebih penting,” ujar Basiran.

Mengelola panti suhan, lanjutnya, saat ini harus memiliki kesabaran yang luar biasa. Karena pandangan, kesan dan penilaian kritis dari masyarakat berlangsung tiada henti. Ini bagus sekali, karena dana yang dikelola untuk memelihara anak asuh di panti asuhan itu, sebagian besar dari masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan.

Para pengurus panti asuhan Khaira Ummah semuanya sudah selesai dengan persoalan hidupnya, artinya mandiri dan tidak memanfaatkan lembaga sosial ini sebagai sumber penghidupan atau penghasilan, sehingga mampu membuktikan akuntabilitasnya kepada masyarakat.

Dia menuturkan anak asuh PA Khaira Ummah seusia anak sekolah SMP dan SMA. Setelah lulus SMA jika ingin bekerja pengurus panti akan mencarikan akses, jika ingin melanjutkan kuliah akan dicarikan orang tua asuh hingga lulus kuliah. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 444 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *