Home > EKONOMI & BISNIS > Pemerintah Naikkan Subsidi BBM Solar Rp1.500 Per Liter

Pemerintah Naikkan Subsidi BBM Solar Rp1.500 Per Liter

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemerintah menetapkan subsidi untuk BBM jenis solar dinaikkan Rp1.500 per liter dari semula Rp500 menjadi Rp2.000 per liter, sesuai kesepakatan yang diambil dalam rapat antara Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan yang melibatkan PT Pertamina.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan penetapatan itu sudah dibicarakan dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, meski untuk harga BBM jenis premium masih tetap, namun karena yang paling jauh kalkulasinya adalah solar, maka akan ada penambahan.

“Kalau sebelumnya BBM solar dibantu subsidi Pemerintah hanya Rp 500, sekarang akan di tambahan Rp1.500 menjadi Rp 2.000,” ujarnya di sela tinjauan kesiapan Pertamina hadapi arus mudik di Terminal Bahan Bakar Minyak di Pengapon, akhir pekan lalu.

Menurutnya, peningkatan besaran subsidi BBM jenis solar ini,  dilakukan dengan mempertimbangkan harga Indonesia Crude Price (ICP)  sejak Januari 2018. Kenaikan subsidi ini sudah sesuai dengan hitungan bersama antara Pemerintah dan Pertamina.

“Mekanisme penambahan alokasi subsidi solar tidak perlu merevisi APBN 2018. Nantinya penambahan subsidi dari Pemerintah akan dibayarkan kepada Pertamina, setelah realisasi penyaluran solar sepanjang 2018 selesai,” tuturnya.

Dia menuturkan dengan penetapan kenaikan subsidi itu, maka anggaran subsidi untuk Solar naik Rp9,3 triliun menjadi Rp32,46 triliun.

Dengan anggaran subsidi, tutur Rini,  yang ditetapkan itu dipastikan tidak membebani APBN 2018. Sementara, untuk kuota Solar 2018 ditetapkan sebanyak 16,23 juta Kilo Liter (KL).

Plt Direktur Pertamina Nicke Widyawati menyambut keputusan Pemerintah tersebut, mengingat harga jual BBM jenis solar masih di bawah harga keekonomian yang dibanderol seharga Rp 5.150 per liter untuk saat ini, meksi harga keekonomiannya lebih dari Rp 7.000 per liter.

“Pertamina sudah menghitung bersama dengan Pemerintah, besaran tambahan subsidi solar tersebut sudah cukup,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 52 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *