Home > EKONOMI & BISNIS > Perusahaan Yang Mengutamakan Beragam Gender Tenaga Kerja Berpotensi Peroleh Banyak Manfaat

Perusahaan Yang Mengutamakan Beragam Gender Tenaga Kerja Berpotensi Peroleh Banyak Manfaat

JAKARTA[Kampusnesia] – Organisasi yang mengutamakan keberagaman gender tenaga kerja berpotensi mendapatkan lebih banyak manfaat positif, termasuk performa yang lebih baik dibandingkan organisasi lain yang belum memprioritaskan keberagaman gender.

Tidak hanya itu, berbagai manfaat positif juga diperoleh di antaranya peningkatan kualitas kinerja organisasi, perluasan jangkauan talent sumber daya manusia, kepuasan pegawai, inovasi dan kreativitas, efektivitas pembuatan keputusan, serta perbaikan citra organisasi tersebut.

Demikian kesimpulan Forum diskusi Indonesian Women’s Forum (IWF) 2018 yang digelar di Jakarta, Rabu, (6/6)

Forum diskusi yang diikuti oleh kurang lebih 60 peserta itu, merupakan kerja sama antara Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Telkomtelstra dengan perusahan maupun organisasi yang berjejaring dengan kedua perusaahaan tersebut.

Diskusi IWF 2018 yang mengusung tema keberagaman gender dalam situasi kerja secara umum di berbagai organisasi di Indonesia itu, nendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise.

Tema Diskusi itu, dipilih untuk meningkatkan kepedulian akan pentingnya peran management dari organisasi-organisasi tersebut untuk mendukung keberagaman gender.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise mengatakan apresiasi atas inisiatif Telkomtelstra dan CCAI untuk mengadakan Indonesian Women’s Forum 2018, gerakan proaktif seperti IWF merupakan salah satu cara untuk mendorong Indonesia mencapai Sustainable Development Goals, khususnya nomor 5.1 terkait women and gender equality.

“Hal-hal positif seperti yang sudah dilakukan oleh Telkomtelstra dan Coca-Cola Amatil ini bisa digunakan sebagai ‘role model’ untuk memberikan inspirasi kepada perusahaan-perusahaan lain di Indonesia terkait topik penting ini, saya sengat mendukung dan mendampingi,” ujarnya Yohana yang juga setuju jika kegiatan seperti ini dijadikan agenda tahunan.

Forum diskusi juga membahas permasalahan mendasar, perusahaan-perusahaan di Indonesia belum seluruhnya menerapkan kebijakan keberagaman gender di dunia kerja dengan tepat sasaran dan efektif, meski memberikan banyak manfaat kepada perusahaan.

Patut disadari perusahaan yang berada di posisi 25% teratas dalam keberagaman gender memiliki kemungkinan lebih besar untuk mempunyai keuntungan finansial di atas rata-rata.

“Adanya keberagaman gender sebenarnya dapat meningkatkan kinerja organisasi, karena perusahaan dapat memperluas jangkauan talent sumber daya manusia, meningkatkan kepuasan pegawai, meningkatkan inovasi dan kreativitas, meningkatkan efektivitas pembuatan keputusan, serta memperkuat citra perusahaan itu sendiri,” tutur Presiden Direktur dan CEO TelkomTelstra Erik Meijer.

Disinyalir sebagian besar perempuan dalam dunia kerja sering kali merasa tidak bisa berkembang, tidak mendapatkan kesempatan dan jarang dipromosikan untuk jenjang karir yang lebih tinggi karena gender mereka.

Di sisi lain, menurut Erik, belum banyak laki-laki di dunia kerja yang memahami dan memiliki komitmen tersendiri mengenai situasi tersebut.

“Padahal, isu keberagaman gender merupakan isu yang harus diatasi bersama-sama, diperlukan peran perempuan dan laki-laki di dalamnya. Kami juga berada di sini karena belajar dari pengalaman sendiri,” ujar Direktur Public Affairs and Communications Coca-Cola Amatil Indonesia Lucia Karina.

Dia menuturkan menceritakan berbagai program yang telah dijalankan perusahaan minuman tersebut untuk mendukung keberagaman gender.

“Forum seperti IWF kami harap dapat menjadi wadah pembelajaran antar organisasi dan perusahaan di Indonesia untuk terus memajukan kegeragaman gender. Kami percaya bahwa kebergaman gender dapat berkembang lebih cepat jika kita kejar bersama-sama,” tuturnya.

Berdasarkan Forum Group Discussion yang merupakan bagian dari IWF 2018, ditentukan enam poin rekomendasi kebijakan yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan keberagaman gender di lingkungan kerja.

Rekomendasi jangka pendek di antaranya  keberagaman gender menjadi salah satu komitmen perusahaan dengan target dan strategi yang terukur.

Selain itu, juga proses rekrutmen dan promosi transparan dengan metodologi serta kriteria yang sudah diumumkan.

Bahkan juga menerapkan waktu kerja yang fleksibel, baik waktu dan tempat, dengan membangun sistem pendukung yang terintegrasi baik dalam pengawasan, pengukuran target serta fasilitas pendukung yang jelas (tergantung dengan jenis pekerjaan).

Sementara rekomendasi jangka panjang di antaranya dalam jangka waktu enam bulan, dibentuk “Satuan Kerja Anti Pelecehan” yang disponsori dan dipimpin oleh pengambil keputusan (leadership team) dan HR untuk membuat komunitas internal.

Selain dapat menjadikan “Support Gender Diversity” sebagai salah satu KPI untuk setiap manajer serta adanya program perusahaan yang berhubungan dengan keberagaman gender yang dapat diturunkan ke dalam KPI karyawan, kemudian dipertanggung jawabkan secara internal dan eksternal dalam bentuk annual report, tapi KPI tersebut harus melalui proses penilaian terlebih dahulu. (Andi Saputra/rs)

* Artikel ini telah dibaca 64 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *