Home > HEADLINE > MUI Jateng Himbau Umat Islam Jangan Terlalu Konsumtif Dalam Rayakan Lebaran

MUI Jateng Himbau Umat Islam Jangan Terlalu Konsumtif Dalam Rayakan Lebaran

SEMARANG[Kampusnesia] – Umat Islam dihimbau tidak terlalu konsumtif  dalam merayakan Idul Fitri sehubungan dengan akan berakhirnya masa pelaksaan ibadah puasa ramadlan, dan mulai cairnya tunjangan hari raya (THR) dari masing-masing tempatnya bekerja.

Sekretaris Majlis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah (MUI Jateng) KH Drs Multazam Ahmad MA mengatakan perilaku konsumtif  hendaknya dihindari dalam merayakan Lebaran tahun ini, karena dalam waktu yang hampir bersamaan para pelajar dan mahasiswa akan memasuki tahun ajaran baru, yang tentu sangat membutuhkan biaya yag tidak kecil untuk melanjutkan proses pembelajaran, mulai dari pindah kelas, pindah sekolah  hingga memasuki perguruan tinggi.

“Namun himbauan kami jangan disalahpahami ya,  kami sekedar mengajak umat Islam dalam memilih skala prioritas. Kalau memang kemampuannya terbatas hendaknya lebih diutamakan untuk keperluan biaya pendidikan saja,” ujar Multazam di Semarang, Senin (11/6).

Menurutnya, ekspresi perayaan Lebaran sebagai tanda umat Islam telah berhasil menunaikan salah satu rukun Islam (puasa ramadlan) hendaknya jangan berlebihan, karena mungkin saja ada umat Islam yang lain kondisinya ada yang masih belum beruntung, misalnya terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) dan tidak mendapat THR dari tempat kerjanya karena kondisi ekonomi yang melambat.

Lebih baik, lanjutnya, sebagian kelebihan rezeki yang didapat dari THR atau yang lainnya disisihkan untuk disumbangkan kepada sesama yang kurang beruntung. Itu akan lebih bagus, karena tanpa meninggalkan nilai-nilai ibadah sekaligus menyentuh sisi-sisi humanisme yang dapat mendorong terwujudnya ukhuwah Islamiyah dan Insaniyah serta akhirnya ukhuwah wathoniyah.

Kalau seluruh umat di Indonesia, dia menambahkan berperilaku demikian maka secara langsung dan tidak langsung telah memberikan kontribusi terciptanya penguatan kebangsaan atau nasionalisme yang berbasis pada spirit kesetiakawanan antar sesama anak bangsa.

Dengan demikian, tutur Multazam, ditengah persiapan merayakan Lebaran hendaknya jangan hanya terfokus pada perayaan Idul Fitri saja, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar, barangkali ditemukan ada sesama muslim yang tengah dilanda berbagai kesulitan yang sangat membutuhkan bantuan.

Bantuan tidak hanya berupa kebutuhan logistik saja yang biasanya sudah teratasi program zakat fitrah baik dari perorangan atau amail-amail zakat hingga Badan Amil Zakat Daerah atau Nasional (Bazda /Baznas), tetapi mungkin yang dibutuhkan bidang lain. Misalnya kesulitan biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru.

“Mari kita jadikan momentum Lebaran tahun ini sebagai langkah strategis untuk berpartsasi menyelesaikan problem-problem bangsa sesuai dengan proporsi dan porsi kita masing-masing,” ujar Multazam. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 105 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *