Home > EKONOMI & BISNIS > Arus Kendaraan Di Jalur Rawalo-Patikraja Banyumas Nyaris Macet Total

Arus Kendaraan Di Jalur Rawalo-Patikraja Banyumas Nyaris Macet Total

PURWOKERTO[Kampusnesia] – Arus kendaraan di jalur Rawalo-Patikraja, Banyumas di sekitar perlintasan Kerata Api (KA) sebidang Rawalo, nyaris macet hingga dua kilometer lebih akibat setiap 12 menit KA melewati di jalur Jateng selatan itu.

Plt Kabid Prasarana Lalu lintas Dishub Kabupaten Banyumas,R Hermawan mengatakan arus kendaraan di jalur tersebut semakin padat di hari Lebaran kedua , Sabtu (16/6), akibat palang pintu linatas kereta api 12 menit ditutup buka karena kereta api lewat.

Denan kondisi itu, lanjutnya, masyarakat dihimbau menghindari jalur tersebut agar kemacetan tidak semakin memanjang dan mengular.

“Mohon untuk warga Banyumas sekitarya, hindari ruas jalan Rawalo-Patikraja karena ada kemacetan di Perlintasan sebidang KA Tambaknegara Rawalo, tiap 12 menit KA lewat, sehingga tiap tujuh menit sekali pintu perlintasan ditutup,” ujarnya, Sabtu (16/6).

Menurutnya, warga yang akan menuju Purwokerto disarankan melintas melalui jalur Buntu-Banyumas-Krumput, atau melalui jalur Jatilawang-Purwojati-Lesmana Ajibarang/Cilongok.

“Kita sudah tempatkan petugas di sekitar perlintasan, hal itu agar pengendara yang melintas tidak saling serobot, karena berpotensi kendaraan semakin macet,” tturnya.

Obyek Wisata

Sementara itu, di jalur menuju obyek wisata Baturaden Purwakerto dan Owabong Purbalingga juga dipadati arus kendaraan wisatawan hingga bau kampas kopling menyengatterutama di jalan tanjakan di obyek wisata itu.

Ratusan kendaran dengan nomol polsisi B, F dan D, H serta R memenuhi jalur itu, mereka datang dari jakarta, Bgor, Bandung, Semarang dan sekitar banyumas.

Kepadatan lalu lintas kendaraan menuju dua obyek wisata di dua daerah itu, terjadi sejak pagi pukul 10.00 WIB di hari kedua Lebaran, Sabtu (16/6) hingga siang hari pukul 14.00 WIB. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 446 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *