Home > HEADLINE > Ganjar Lesehan Kembul Bujana Bersama Ratusan Warga Klaten

Ganjar Lesehan Kembul Bujana Bersama Ratusan Warga Klaten

KLATEN[Kampusnesia] – Festival Kuliner Tradisional Klaten semakin meriah digelar untuk kali kedua di Alun-alun Kabupaten Klaten, Minggu (17/6). Bahkan Gubernur Jateng nonaktif ikut hadir dalam pembukaan festival kuliner itu.

Acara dibuka dengan Kembul Bujana, makan bersama tradisi khas Klaten yang dimetihakan sebanayak 1200 warga lebih ikut makan bersama. Mereka duduk lesehan menghadap nasi gudangan dengan lauk tempe, tahu, telor dan ikan asin yang disajikan di atas lembaran daun pisang.

Nasi gudangan itu, ditata memanjang empat shaf. Totalnya sepanjang 400 meter yang memenuhi area pedestrian alun-alun.

Penggagas Festival Kuliner Tradisional Klaten, Nick Nurrachman mengatakan acara tahunan itu sudah kali kedua ini digelar sn semqkin meriah dan akrab.

“Yang berbeda dengan tahun lalu adalah kehadiran Pak Ganjar (gubernur nonaktif). Beliau sengaja diundang oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) di daerah itu, sebagai obat rindu,’ tutur Nick.

Menurutnya, festival tersebut diselenggarakan oleh komunitas PKL alun-alun yang beranggotakan 300 orang. Para PKL turut membuka stand beraneka ragam kuliner di tengah lapangan. Beberapa menu di antaranya sate kere, kebab keju, pecel, sosis bakar, dawet ayu, dan lainnya.

Calon Gubernur Jawa Tengah nomor 1, Ganjar Pranowo mengapresiasi Festival Kuliner Tradisional Klaten. Menurutnya, acara rakyat itu dapat mempererat tali silaturahmi dengan nilai sosial yang dimiliki masyarakat.

Cagub Jateng yang populer dengan slogan Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi itu turut makan bersama dalam Kembul Bujana.

“Keterlibatan antara pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat atau agama tumplek blek jadi satu. Lesehan bareng, makan bareng,” ujar Ganjar.

Ganjar berharap Festival Kuliner Tradisional Klaten rutin digelar berskala lebih besar. Keunikan Kembul Bujana adalah kearifan lokal yang memuat nilai-nilai kerukunan dan tepa selira yang tinggi.

“Inilah Jawa Tengah, makan nggak makan kumpul, bukti kerukunan dan saling berbagi antarwarga yang menginspirasi kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 182 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *