Home > HEADLINE > STIE Bank BPD Jateng Gelar Seminar Peran Perguruan Tinggi Dalam Menangkal Radikalisme

STIE Bank BPD Jateng Gelar Seminar Peran Perguruan Tinggi Dalam Menangkal Radikalisme

SEMARANG[Kampusnesia] –  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bank BPD Jateng akan menyelenggarakan seminar nasional ketahanan nasional dengan tema Peran Perguruan Tinggi Dalam Menangkal Radikalisme Untuk Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI).

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan  dan Kerjasama STIE Bank BPD Jateng Edy  Supriyono SE, MS.i. Akt, CA yang juga ketua panitia pelaksana  seminar mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Selasa (26/6) pukul 08.00 di  Kantor Pusat Bank Jateng, Gedung Grinatha, Jl Pemuda 142 Semarang.

“Seminar ini akan diikuti pimpinan perguruan tinggi (bidang kemahasiswaan) se Jawa Tengah. Nara sumbernya Ketua Komisi I DPR RI, Dr Abdul Kharis Al Masyhari SE, M.Si. Akt, CA dan Kapolda Jateng Irjen Pol, Condro Kirono , MM, M.Hum, “ ujar Edy Supriyono di Semarang, Selasa (19/6).

Menurutnya, seminar yang akan dibuka Koordinator Kopertis Wikayah VI Jateng , Prof Dr DYP Sugiharto, M.Pd. Kons  bertujuan untuk menyamakan visi dan langkah-langkah strategis perguruan tinggi dalam upaya mencegah dan menangkal gerakan radikalisme agar tidak berkembang di lingkungan kampus  Perguruan Tinggi (PT) di Jateng.

Informasi  tentang berkembangnya ideologi dan gerakan radikal di lingkungan kampus yang disampaian BIN beberapa waktu lalu sangat memprihatinkan para pimpinan PT di Jateng terutama  para pimpinan PT yang membidangi kemahasiswaan.

Karena, lanjutnya kalangan muda terutama mahasiswa menjadi target utama untuk direkrut menjadi kader-kader radikalis sebagai langkah awal untuk disiapkan sebagai pelaku aksi teror. Sehingga sangat wajar kalau masyarajat kampus dijadikan sasaran dan medan untuk menyemai gerakan radikalisme dan terorisme.

Dia menambahkan dijadikannya kalangan muda sebagai sasaran rekrutmen larena secara psikologis sosok pemuda yang sedang tumbuh mekar idealisme sangat cocok untuk disusupi paham-paham yang menginginkan perubahan secara cepat atau radikal.

Hal ini bisa dilihat para pelaku aksi radikal dan teror yang berhasil ditangkap atau tewas jika ditengpk bio datanya sebagian besar berusia antara 19 – 30 tahun, ini  adalah usia – usia sosok mahasiswa yang sangat potensial untuk diajak berfikit tentang perubahan yang berangsung cepat atau radikal.

Dia mengharapkan melalui seminar ini para pimpinan PT bidang kemahasiswaan bisa memperoleh informasi yang lebih luas tentang peta, peran dan geraan radikalisme yang mengincar masyaraat kampus untuk dijadikan pusat gerakan dan sumber rekritmen kader radikalisme.

Dengan mengetahui dinamika ancaman radikalisme maka para pimpinan PT bidang kemahasiswaan dapat meningkatkan pengawasan dan pendampingan aktifitas mahasiswa agar tidak mudah tersusupi gerakan radikalisme bahkan sekaligus memiliki kemampuan menangkalnya (smh)

SEMARANG[Kampusnesia] –  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bank BPD Jateng akan menyelenggarakan seminar nasional ketahanan nasional dengan tema Peran Perguruan Tinggi Dalam Menangkal Radikalisme Untuk Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI).

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan  dan Kerjasama STIE Bank BPD Jateng Edy  Supriyono SE, MS.i. Akt, CA yang juga ketua panitia pelaksana  seminar mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Selasa (26/6) pukul 08.00 di  Kantor Pusat Bank Jateng, Gedung Grinatha, Jl Pemuda 142 Semarang.

“Seminar ini akan diikuti pimpinan perguruan tinggi (bidang kemahasiswaan) se Jawa Tengah. Nara sumbernya Ketua Komisi I DPR RI, Dr Abdul Kharis Al Masyhari SE, M.Si. Akt, CA dan Kapolda Jateng Irjen Pol, Condro Kirono , MM, M.Hum, “ ujar Edy Supriyono di Semarang, Selasa (19/6).

Menurutnya, seminar yang akan dibuka Koordinator Kopertis Wikayah VI Jateng , Prof Dr DYP Sugiharto, M.Pd. Kons  bertujuan untuk menyamakan visi dan langkah-langkah strategis perguruan tinggi dalam upaya mencegah dan menangkal gerakan radikalisme agar tidak berkembang di lingkungan kampus  Perguruan Tinggi (PT) di Jateng.

Informasi  tentang berkembangnya ideologi dan gerakan radikal di lingkungan kampus yang disampaian BIN beberapa waktu lalu sangat memprihatinkan para pimpinan PT di Jateng terutama  para pimpinan PT yang membidangi kemahasiswaan.

Karena, lanjutnya kalangan muda terutama mahasiswa menjadi target utama untuk direkrut menjadi kader-kader radikalis sebagai langkah awal untuk disiapkan sebagai pelaku aksi teror. Sehingga sangat wajar kalau masyarajat kampus dijadikan sasaran dan medan untuk menyemai gerakan radikalisme dan terorisme.

Dia menambahkan dijadikannya kalangan muda sebagai sasaran rekrutmen larena secara psikologis sosok pemuda yang sedang tumbuh mekar idealisme sangat cocok untuk disusupi paham-paham yang menginginkan perubahan secara cepat atau radikal.

Hal ini bisa dilihat para pelaku aksi radikal dan teror yang berhasil ditangkap atau tewas jika ditengpk bio datanya sebagian besar berusia antara 19 – 30 tahun, ini  adalah usia – usia sosok mahasiswa yang sangat potensial untuk diajak berfikit tentang perubahan yang berangsung cepat atau radikal.

Dia mengharapkan melalui seminar ini para pimpinan PT bidang kemahasiswaan bisa memperoleh informasi yang lebih luas tentang peta, peran dan geraan radikalisme yang mengincar masyaraat kampus untuk dijadikan pusat gerakan dan sumber rekritmen kader radikalisme.

Dengan mengetahui dinamika ancaman radikalisme maka para pimpinan PT bidang kemahasiswaan dapat meningkatkan pengawasan dan pendampingan aktifitas mahasiswa agar tidak mudah tersusupi gerakan radikalisme bahkan sekaligus memiliki kemampuan menangkalnya (smh)

* Artikel ini telah dibaca 217 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *