Home > HEADLINE > MUI Jateng Gelar Halaqah Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme

MUI Jateng Gelar Halaqah Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme

SEMARANG[Kampusnesia]  – Majlis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah (MUI Jateng) akan menyelenggarakan halaqah pencegahan radikalisme dan terorisme di Jawa Tengah pada 18 – 19 Juli mendatang di Solo.

Sekretaris MUI Jateng, KH Drs Multazam Ahmad, MA mengatakan sebelum digelar halaqah akan dilangsungkan halal  bihalal pengurus MUI Jateng bersama pengurus ormas Islam se Jateng dan pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng. Agenda kegiatan ini akan diselenggarakan di hotel Syariah Solo, Jl Adi Sucipto  47 Kartosuro Sukoharjo.

“Saat ini aksi radikal dan teror dengan mengatasnamakan agama masih marak. Halaqah yang diselenggarakan bersamaan dengan halalbihalal ini, sebagai salah satu ikhtiyar  MUI Jateng untuk menjelaskan kepada publik, bahkan tindakan atau aksi radikal teror yang mengusung simbul agama itu bukan ajaran agama manapun,” ujar Multazam di Semarang, Selasa (26/6).

Menurutnya, tidak ada satu agamapun yang dipeluk oleh warga negara Indonesia yang mengajarkan atau memerintahkan kepada penganutnya untuk mengamalkan perbuatan radikal teror hingga menjadikan orang lain celaka atau menderita.

Mereka yang melakukan aksi radikal teror itu, lanjutnya, sedang melakukan perbuatan atau tindakan yang sejatinya melawan ajaran-ajaran agama yang dianutnya. Pemahaman ini perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar ajaran-ajaran agama yang mulia itu, tidak terkotori oleh  tindakan penganutnya

Berangkat dari pengalaman kasus bom Surabaya beberapa waktu lalu yang melibatkan satu keluarga dalam menjalankan aksi pengeboman sungguh sangat memprihatinkan.  Dari kasus itu dapat diambil pelajaran bahwa sasaran rekrutmen pelaku teror tidak terbatas lagi kalangan anak-anak muda, tetapi sudah meluas ke kalangan  anak-anak.

Oleh karena itulah, tutur Multazam, MUI Jateng akan menggelar halaqah untuk menyegarkan kewaspadaan umat Islam Jateng, agar berperan aktif dalam menggelorakan pencegahan aksi radikal dan teror yang virusnya mulai menjangkiti kalangan anak-anak.

Keterlibatan anak-anak dalam aksi pengeboman itu, mengundang keprihatinan kalangan pendidik, maka tepat sekali kalau bangsa Indonesia bersama masyarakat Internasional menjadikan  aksi radikalisme terorisme menjadi musuh bersama masyarakat dan dikategorikan sebagai tindak kejahatan luar biasa.

Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin akan tampil sebagai nara sumber utama dalam halaqah ini dengan tema ‘Islam Tidak Mengajarkan Radikalisme dan Terorisme, sedangkan Pangdam IV Diponegoro (Peran TNI Dalam Mengantisipasi Ancaman Radikalisme dan Terorisme), Kapolda Jateng (Penanggulangan, Pencegahan dan Penindakan Radikalisme dan Terorisme ) dan Kepala Litbang Kementerian Agama RI , Prof . Dr Koeswinanrno, MA (Bibit Radikalisme dan Teroruisme di Lembaga Pendidikan). (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 96 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *