Home > HEADLINE > Tjahyo Ajak Masyarakat Jateng Tekan Pemilih Ganda

Tjahyo Ajak Masyarakat Jateng Tekan Pemilih Ganda

DEMAK[Kampusnesia] – Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo membatalkan surat undangan mencoblos di TPS 10 Kelurahan Mlatiharjo Semarang Timur untuk Pilgub Jateng, setelah tiga tahun terakhir domisilinya pindaah di Jakarta.

Mantan Sekjen DPP PDIP itu, selain melakukan pembatalan surat undangan coblosan di Semarang, juga melakukan pemantauan di TPS 2 Kadilangu, Rabu (27/6).

“Sebagai warga negara bertanggungjawab, saya wajib membatalkan undangan nyoblos di rumah Semarang, mengingat sudah tiga tahun ini saya tinggal di Jakarta, sehingga saya tidak berhak lagi memberikan suara pada Pemilu di Semarang,” ujarnya, di Demak.

Tjahyo didampingi Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko,  Bupati HM Natsir, Kapolres AKBP Maesa Soegriwo, Dandim Letkol Inf Abi Kusnianto dan Ketua KPU Demak Mahmudi, memantau di TPS Kadilangu itu.

Dia mengajak semua masyarakat yang kebetulan mengalami hal sama, proaktif mendatangi KPU atau KPPS untuk mencoret nama dari DPT, karena membatalkannya sebagai bagian upaya meminimalkan jumlah pemilih ganda, sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan lainnya.

Menurutnya, telah menerima banyaknya pemilih menggunakan surat keterangan (suket) dari Disdukcapilm meski jumlahnya belum maksimal, sebagaimana data resmi DP4 dari Disdukcapil, akibat warga yang memiliki hak pilih namun belum mempunyai e-KTP.

“Penggunaan suket sebagai pengganti e-KTP sejauh ini tidak masalah. Meski pun belum sebanyak potensi. Hal itu karena kebetulan banyak warga pemilih pemula belum masuk DPT. Pada saat sama belum semuanya proaktif ke Disdukcapil,” tutur Tjahjo.

Di sela kunjunganya ke Demak dalam rangka asistensi pengamanan Pilkada Jateng, Kepala Biro Kerjasama Kementerian Lembaga Mabes Polri Brigjen Herry Wibowo  menuturkan koordinasi yang terjalin antara Polri dan satuan teknis terpantau berjalan bagus, sehingga masyarakat nyaman menggunakan hak pilihnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada laporan pelaksanaan Pilkada terkendala, baik oleh faktor alam atau pun teknis yang cukup berarti. Bahkan kehadiran pemilih di TPS terpantau cukup signifikan.

“Kalau pun ada beberapa  wilayah  terpantau ada beerapa titik rawan oleh faktor konflik antarpendukung, sudah ada back up kekuatan pengamanan sehingga berhasil terkendali,”ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 56 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *