Home > EKONOMI & BISNIS > Penerbangan Semarang-Denpasar Dicansel Akibat Bandara Ngurah Rai Ditutup

Penerbangan Semarang-Denpasar Dicansel Akibat Bandara Ngurah Rai Ditutup

SEMARANG[Kampusnesia] – Enam penerbangan dari tiga maskapai pemberangkatan dari Bandara Ahmad Yani Semarang dengan tujuan Denpasar Bali dibatalkan, menyusul ditutupnya (Closed Aerodrome) Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar, Bali sejak Jumat (29/6) pukul 03.00 WITA, akibat hujan abu terus-menerus darti Gunung Agung, Bali yang menghambat penerbangan pesawat.

Akibat penerbangan tujuan Bali dicancel atau dibatalkan, para penumpang diminta untuk mengurus tiket pembatalan di loket maskapai yang ada di bandara A Yani.

Keenam penerbangan itu merupakan milik maskapai Garuda Indonesia, Wings Air dan Nam Air. Pembatalan dilakukan setelah otoritas penerbangan di Bandara Ngurah Rai menutup kegiatan sejak pukul 03.00 WITA atau waktu setempat. Kegiatan operasional bandara baru dibuka kembali pada pukul 14.30 WITA.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Dian Permata Sari mengatakan enam penerbangan ke Denpasar, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dibatalkan setelah adanya hujan abu vulkanik dari hembuasan Gunung Agung Bali.

“Kami mendapatkan Notice To Airmen (Notam) terkait kejadian tersebut,” ujarnya, Jumat (29/6).

Notam merupakan pemberitahuan yang disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi. Berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan disetiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek, dan bersifat penting. Tujuannya untuk diketahui oleh personil operasi penerbangan.

‘Berdasarkan pemberitahuan terakhir, keberangkatan pesawat ke Denpasar baru dibuka kembali pada pukul 17.45 WIB. Menggunakan pesawat Nam Air dengan nomor penerbangan IN 254.

Sedangkan bagi kedatangan baru terjadi pada pukul 22.00 WIB. Untuk pesawat Nam Air dengan nomor penerbangan IN 255. Selain itu, kalau ada pesawat yang harus divert, ketersediaan parking stand juga telah telah disiAPKAN.

Sebelumnya melalui sisran pers rsemi Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Hembusan terus-menerus Gunung Agung di Bali yang mengeluarkan asap dan abu vulkanik sejak, Kamis (28/6) pukul 10.30 WITA hingga Jumat (29/6) dini hari hingga menyebabkan hujan abu di bagian barat hingga barat daya.

“Data satelit Himawari dari BMKG menunjukkan abu vulkanik telah menutupi ruang udara koordinat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” ujar Sutopo.Menurutnya, berdasarkan Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung terhadap operasi penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (29/6) pukul 00.05 WITA, diputuskan Penutupan Bandara (Closed Aerodrome) direkomendasikan mulai 29/6 pukul 03.00 WITA sampai dengan 19.00 WITA.

“Untuk selanjutnya di terbitkan NOTAM. Evaluasi akan diadakan kembali Jumat (29/6) pukul 12.00 WITA,” tuturnya.

Penutupan bandara ini, lanjutnya, terkait safety yang utama, bahwa beberapa operator telah membuat keputusan cancel flight dengan alasan safety pada Kamis (28/6).

Dia menuturkan untuk pesawat yang cancel, baik untuk keberangkatan dan kedatangan, sebanyak 48 flight dengan penumpang 8.334 orang.

“Penerbangan internasional sebanyak 38 flight dengan penumpang 6.611 orang dan penerbangan domestik 10 flight dengan penumpang 1.723 orang,” ujarnya.

Maskapai penerbangan yang membatalkan terdiri Air Asia, Jet Star, Qantas, dan Virgin.

Sementara itu, hasil pantauan visual di Pos Pengamatan Gunung Agung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Rendang, menyebutkan hingga Jumat (29/6) pukul 06.00 WITA, Gunung Agung masih mengeluarkan abu vulkanik dan kawah menyala api berwarna kemerahan dengan intensitas stabil dengan tinggi kolom abu mencapai 2.500 meter.

“Status masih tetap Siaga (Level 3). Belum ada kenaikan status. Belum dapat diperkirakan sampai berapa lama durasinya efusifnya. Saat ini masih terdeteksi microtremor pada alat seismograf PVMBG yang mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan,” tutur Sutopo. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 158 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *