Home > EKONOMI & BISNIS > Realisasi Pembangunan Jalur SORR Terkendala Pembebasan Lahan

Realisasi Pembangunan Jalur SORR Terkendala Pembebasan Lahan

SEMARANG[Kampusnesia] – Realisasi pembangunan infrastruktur Semarang Outer Ring Road (SORR) bakal tersendat, akibat terkendala upaya pembebasan lahan, meski Kementerian PUPR berminat membantu  untuk  pengalihan skema rencana proyek jalur SORR menjadi ruas tol.

Plt Sekda Kota Semarang  Agus Riyanto mengatakan pembanguanan jaur SORR itu hingga kini masih terendala pembebasan lahan yang membutuhkan biaya cukup besar.

“Biaya pemebahasan ahan cukup mahal hingga mencapai senilai Rp 300 miliar,  sehingga membutuhkan waktu lama tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun ini,” ujarnya, Selasa (3/7).

Menurutnya, SORR ini diharapkan bisa terwujud, sebagai upaya untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di wilayah Kota Semarang, meski konsepnya memungkinkan akan dirumbah menjadi jalan tol.

Saelan Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang menuturkan hingga saat ini proyek SORR masih dalam proses pembebasan lahan yang masih berjalan lambat tercatat masih sekitar 10%.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah diakukan pembebasan lahan, terutama di kawasan kelurahan Wates yang merupakan bagian ruas jalur lingkar Mangkang – Mijen.

Sebelumnya teah muncul wacana proyek ruas tol bakal dibangun di Kota Semarang di kawasan Semarang Selatan menggantikan rencana sebelumnya jalur SORR yang mengalami keterlambatan sejak 1996-an hingga saat ini realisasinya tidak terwujud.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pernah mengatakan proyek ruas tol di Kota Semarang itu, menggantikan skema rencana sebelumnya akan membangun jalur SORR, sebagai  upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur diwilayahnya.

Menurutnya, skema jalur SORR yang semula sebagai jalan arteri kemungkinan bakal beralih menjadi ruas tol, meski pembebasan lahan sudah dilakukan beberapa tahun terakhir oleh Pemkot.

Informasi, lanjutnya, dari Ditjen Kementerian PUPR, pengalihan skema rencana proyek jalur SORR menjadi ruas tol dipastikan akan lebih cepat realisasi pembangunan fisiknya, dibanding SORR yang belum jelas kapan pembangunan fisik dapat diwujudkan.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu menuturkan skema jalur SORR sebelumnya merupakan jalan arteri yang diharapkan sebagai alternatif untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Semarang.

Sejak rencana akan membangun SORR itu, dia menambahkan Pemkot Semarang siap menyediakan lahan dengan terus berupaya melakukan pembebasan, sementara pembiayaan dan pekerjaan fisik dilakukan Pemerintah Pusat.

Namun, menurutnya, proyek itu bakal melambat, karena bukan prioritas Kementerian PUPR, meski detail engineering design (DED) tidak berubah untuk pembangunan SORR, termasuk lokasi jalur itu tetap Mangkang-Mijen dan menyambung Arteri Yos Sudarso Semarang. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 351 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *