Home > EDITOR'S CHOICE > Tim Monitoring LPG Temukan Puluhan Tabung Yang Dimanfaakan Industri Kecil

Tim Monitoring LPG Temukan Puluhan Tabung Yang Dimanfaakan Industri Kecil

SEMARANG[Kampusnesia] –  Sidak Tim monitoring LPG subsidi 3 kg kembali menemukan puluhan tabung yang digunakan industri kecil dan restoran di sejumlah titik di Kota Semarang.

Dalam sidak yang digelar Kamis (23/8), rombongan tim monitoring yang terdiri Pemkot Semarang, Dinas Perdagangan Koat Seamarang, Pertamina, Polrestabes Semarang, LP2K, Hiswanamigas dan Satpol PP ini ingin memastikan penggunaan LPG bersubsidi sudah tepat sasaran.

Sales Executive Elpiji Pertamina MOR IV Bima Kusuma Wijaya mengatakan sesuai ketentuan undang-undang, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berhak dalam hal ini adalah usaha mikro dengan aset termasuk tanah bangunan mencapai Rp50 juta. Selain juga disyaratkan ketentuan omzet setahun Rp300 juta atau kurang lebih Rp1 juta per harinya.

Sementara itu, restoran gulai ikan di Jalan WR Supratman Kota Seamarang didapati ada 25 tabung LPG subsidi dengan pemakaian 5-6 tabung per harinya, disusul warung sate kambing di wilayah tersebut kepemilikan sebanyak 9 tabung, dimana dua hari sekali membutuhkan 3 buah tabung gas LPG.

“Memang selisih harga ini bisa menghemat biaya operasional bila memakai yang LPG 3 kg, tetapi tentu melanggar ketentuan, sehingga pertama kami berikan surat peringatan terlebih dahulu untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang, Ngargono menuturkan pengawasan ini harus sering dilakukan, karena kecenderungannya pada pengawasan yang sudah berulang ternyata masih ada penggunaan LPG tidak sesuai peruntukan.

“Kalau masih banyak yang tidak sesuai peruntukannya harus didatangi terus berulang-ulang agar LPG subsidi ini benar-benar sesuai dengan peruntukannya,” tutur Ngargono.

Eti Sri Mulyani, pemilik rumah makan Padang di daerah Ngaliyan menuturkan kalau dulu memakai LPG yang 3 kg, naun setelah ada peringatan, sekarang sudah beralih ke non subsidi, meski sempat kehabisan, terpaksa sementara menggunakan yang kemasan 3 kg.

“Sempat kehabisan LPG 12 kg pada saat hari libur, jadi akhirnya saya pakai sementara yang 3 kg karena harus jualan,” ujarnya. (rsS)

* Artikel ini telah dibaca 26 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *