Home > EKONOMI & BISNIS > Shelter BRT Trans Semarang Simpang Lima Kembali Difungsikan

Shelter BRT Trans Semarang Simpang Lima Kembali Difungsikan

SEMARANG[Kampusnesia] – Shelter Semarang Hebat di kawasan Simpang Lima Kota Semarang mulai kembali difungsikan, setelah beberapa bulan dilakukan renovasi dengan memperluas dan mempercantik desain.

Renovasi shelter Simpang Lima dilakukan juga sebagai upaya untuk memperluas ruangan, yang diharapkan dapat menampung pengguna layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang  semakin meningkat.

Kepala Badan layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan pengguna BRT Trans Semarang hingga saat in mencapai sebanyak 27.000 orang pe hari dan membutuhkan shelter transit poin, terutama pada sheter yang semakin padat.

Menurutnya, mulai tahun ini Trans Semarang mulai merenovasi dan melebarkan beberapa shelter transit point, di antaranya Shelter Simpang Lima, Balaikota, Elizabeth dan Tawang.

“Shelter Semarang Hebat Simpang Lima ini menjadi shelter percontohan pertama yang akan diikuti dengan pembenahan di shelter lain. Selain memiliki ukuran yang lebih luas dari shelter sebelumnya, juga  dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang tunggu yang luas, AC, 1 pintu kedatangan dan 3 pintu keberangkatan, serta desain shelter yang modern,” ujarnya.

Shelter Semarang Hebat Simpang Lima, lanjutnya, dilengkapi dengan Passenger Information System (PIS). PIS ini memudahkan pengguna jasa untuk mengetahui informasi kedatangan armada.

Pengguna jasa BRT Trans Semarang, dia menambahkan terlihat antusias menikmati fasilitas baru shelter itu, dai sebelumnya selama renovasi, pengguna jasa memakai shelter darurat yang berjarak  20 meter dari shelter awal.

“Kami terus berbenah dengan semakin meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, di antaranya dengan merenovasi dan memperluas shelter transit point agar pengguna jasa tidak berdesakan saat akan naik maupun turun,” tuturnya.

Ade Bhakti menuturkan dari data penumpang transit di Shelter Simpang Lima selama Agustus 2018, tercatat untuk koridor I mencapai sebanyak 23.376 orang, koridor III sebanyak 12.052 orang, koridor IV-4.789 orang dan koridor V-7.584 orang.

Shelter Semarang Hebat Simpang Lima ini akan menampung lebih banyak penumpang, mengingat ruangan telah diperluas dan terdapat pemisah untuk keberangkatan  masing-masing koridor.

Di dalam ruang tunggu shelter,  penumpang dapat langsung menuju pintu keberangkatan sesuai dengan tujuan masing-masing, sehingga penumpang  tidak tercampur dan salah naik jurusan.

Dengan fasilitas itu, tutur Ade Bakti, diharapkan pengguna jasa semakin nyaman saat menunggu kedatangan armada. Namun pengguna jasa BRT juga diajak untuk ikut menjaga fasilitas yang ada.

Penguna jasa kini juga semakin dipermudah saat melakukan transaksi. Selain dapat menggunakan pembayaran tunai, pengguna jasa bisa memanfaatkan non tunai (cashless) antara lain E-BRT,  BRIZZI, Tapcah, Tcash, OVO, dan Go Pay.

“Untuk pembayaran melalui Tcash dan Go Pay masih ada Promo.  Pembayaran melalui  Go Pay hanya dengan Tarif Rp.9,- hingga 31 Oktober 2018, sedangkan  Tcash, pembayaran masih diskon 50% hingga akhir tahun,” ujar Ade Bhakti. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 324 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *