Home > HEADLINE > Ratusan Warga Doa Bersama Memohon Indonesia Dapat Dilindungan

Ratusan Warga Doa Bersama Memohon Indonesia Dapat Dilindungan

SEMARANG[Kampusnesia]- Ratusan warga ikut berdoa bersama yang digelar Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (4/10) malam.

Berbusana dominan serba putih, para peserta istighotsah tampak khusuk bermunajat supaya Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan. Acara yang diawali dengan salat Isya berjamaah itu diisi dengan doa-doa dan dzikir yang dibaca bersama-sama, dilanjutkan tauziah dan ditutup dengan salawatan.

Degan duduk lesehan, para peserta tampak khusuk melafalkan doa dan dzikir istighotsah. Kegiatan itu menampilkan KH Kharis Sodaqoh untuk memberi tausyiah pada acara Doa dan Zikir Bersama dengan tema “Jateng Beristighotsah untuk Keselamatan Bangsa dan Negara”

Ulama kharismatik itu mengingatkan, semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara. Sebab saat ketika hari kiamat tiba, maka alam ini akan musnah semuanya.

“Gunung akan saling bertabrakan, bumi hancur, laut meluap dan menyatu. Berbagai bencana yang terjadi saat ini merupakan bagian kecil dari kiamat,” ujarnya.

Acara itu, selain dihadiri ratusan jaamah juga hadir Wakil Gubenur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sri Puryono, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ahmad Darodji, sejumlah ulama, para santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Semarang, aparatur sipil negara, serta masyarakat umum.

Dalam tausyiahnya, KH Kharis Sodaqoh juga menuturkan keprihatinan mendalam atas musibah bencana alam yang terjadi di Palu-Donggala, yang mengakibatkan lebih dari 1.400 jiwa meninggal dan ratusan warga belum ditemukan.

“Insya Allah cobaan-cobaan Allah kepada kita segera berakhir. Kita harus menjawab ujian tersebut, tidak lain kita harus mengevaluasi diri serta meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah,” tuturnya.

Sementara itu. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menuturka musibah yang diberikan Allah untuk mengangkat derajat manusia dengan catatan semua bersabar, beristighfar dan bertaubat.

“Kita harus selalu bersatu, berdoa bersama sehingga musibah yang terjadi akan mengangkat derajat Indonesia, semoga musibah ini berlalu setelah beristighfar bersama dan Allah mengangkat derajat NKRI,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT, termasuk menghindarkan bumi nusantara dari berbagai musibah bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami yang belum lama ini menimpa Palu-Donggala.

Putra ulama kharismatik Maimoen Zubair itu mengatakan musibah bisa merupakan hukuman dari Allah atas kesalahan, kelalaian, kekufuran umat manusia. Musibah bisa juga sebagai ujian dari Allah untuk meninggikan derajat orang-orang mukmin yang sabar. Dengan catatan semua bersabar, beristighfar dan bertaubat. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 14 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *