Home > EKONOMI & BISNIS > Sebanyak 250 Pengusaha Hadiri Sembiz 2018

Sebanyak 250 Pengusaha Hadiri Sembiz 2018

SEMARANG[Kampusnesia] – Ratusan pelaku usaha, investor, asosiasi dan BUMN serta sejumlah lembaga keuangan antusias menghadiri kegiatan pesta investasi yang digelar Pemkot Semarang, di Patra Semarang Hotel and Convention, Rabu (17/10).

Pesta investasi yang dikemas dalam Bisnis Forum (Sembiz) itu digelar untuk yang ke-12, dari tahun-tahun sebelum sukses digelar rutin dengan memperoleh perhatian di kalangan investor, perbankan, BUMN maupun BUMD.

Sembiz 2018 merupakan tahun ke -12 penyelenggaraan dan kali ini kembali mengambil lokasi di hotel berbintang dari sebelumnya tahun lalu digelar PRPP.

Sejak tahun pertama pelaksanaan, Sembiz telah banyak menciptakan kesepakatan investasi berupa Letter of Intent (LoI) dan sebagian besar membuahkan hasil realisasi pembangunan proyek serta sebagian masih dalam tahap proses perijinan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan komitmen peningkatan investasi Kota Semarang akan diprioritaskan pada proyek peningkatan infrastuktur, selain pihaknya akan memberikan ketersediaan informasi dan peluang investasi, peningkatan pelayanan perijinan, jaminan kepastian hukum dalam penanaman modal.

Tidak hanya itu, lanjutnya, empat sektor unggulan juga ditawarkan kepada investor meliputi infarstruktur, transportasi, properti dan energi, ditengah Pemkot serius memfokuskan pengembangan kota untuk ke depan.

Dalam kegiatan Sembiz 2018 sejumlah peluang investasi proyek lain juga ditawarkan di antaranya proyek pengembangan agrowisata Gunungpati dan Mijen, pengembangan kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), pengembangan kawasan BWK Kecamatan Pedurungan, kawasan industri meliputi kawasan industri Wijayakusuma, kawasan industri BSB dan pengolahan limbah B3.

“Ke empat proyek unggulan investasi yang ditawarkan itu, meliputi pembangunan kereta api ringan Light Rail Train (LRT) trase pertama Bandara Ahmad Yani – Madukoro – Pasar Bulu, pengembangan Underground Simpang Lima, pembangunan Semarang Expo Center dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Jatibarang,” ujarnya di sela-sela pembukaan Sembiz 2018, di Hotel Patrajasa Semarang, Rabu (17/10).

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu menuturkan Kota Semarang memiliki potensi wisata yang sangat menarik baik berupa bentang alam maupun atraksi wisata yang terus dikreasikan seperti even pasar semarangan hutan Tinjomoyo, pengembangan cagar Budaya kawasan Kota Lama, pembuatan bridge fountain serta penyelenggaraan berbagai even berskala nasional maupun internasional seperti Semarang Night Carnival dan MXGP.

Bahkan di sektor transportasi, dia menambahkan Kota Semarang siap membangun LRT trase pertama sepanjang 6 km dengan total investasi senilai Rp1,2 triliun. Trase ini akan menghubungkan Kawasan Bandara Internasional Ahmad Yani- Madukoro – Pasar Bulu.

Menurutnya, semakin meningkatkan pelayanan transportasi masal yang saat ini banyak didukung dengan pengoperasian sejumah armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, LRT trase juga bakal ikut memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan tsanportasi di Kota Semarang mendatang.

Sementara Simpang Lima sebagai kawasan diamond-nya Kota Semarang, juga akan dikembangkan dengan konsep underground empat lantai terdiri  dua lantai untuk hotel sedangkan dua lantai lainnya untuk penyambung Jalan Pandanaran – Jalan  Ahmad Yani dana Jalan Pahlawan – Jalan Gajahmada.

Peluang investasi ini ditawarkan dengan nilai sebesar Rp1,2 triliun. Model underground diharapkan mampu menjadi solusi mengingat bagian atas Simpang Lima tidak mutlak tidak bisa dirubah-rubah lagi harus berupa kawasan terbuka hijau.

“Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS) sudah dibuat dan segera disusul pembuatan Detail Engineering Design (DED),” tutur Hendi.

Sementara investasi proyek lain yang ditawarkan para investor adalah PLTSa TPA Jatibarang dengan nilai investasi Rp1 triliun. Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi masalah sampah, sekaligus menjadikan sampah lebih bernilai dan bermanfaat.

Hendi menjamin dan meyakinkan kondisi Kota Semarang yang terus berbenah semakin baik di berbagai sektor, yang dapat terlihat dari kondisi infrastruktur dan ekonomi yang terus menunjukkan kemajuan pesat.

Pada 2017, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang melaju diatas rata-rata kota lainnya hingga mencapai angka 82.01, peningkatan investasi hingga meroket sebesar Rp20,5 triliun dan cakupan infrastruktur jalan baik hingga 88,7 %. Bahkan angka kemiskinan dan kawasan kumuh terus menurun hingga angka 4.62% dan 300 hektare.

Sedagkan dari sisi infrastruktur, pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani sebagai Bandara apung terunik pertama di dunia tanpa reklamasi, Pelabuhan Tanjung Mas juga terus ditingkatkan kapasitas dan fasilitasnya, peningkatan terminal bus maupun stasiun kereta api.

Hendi mengatakan pada 2019 mendatang Pemerintah Pusat merencanakan pengerjaan kereta semi cepat Jakarta- Surabaya yang hanya akan menempuh waktu lima jam dari sebelumnya 10 jam.

“Suasana yang kondusif di Kota Semarang dan rembugable sangat menjamin iklim investasi yang nyaman, aman dan sejuk,” ujarnya.

Hendi menjanjikan akan memberikan kemudahan perijinan investasi, bahkan percepatan pelayanan perijinan hanya tiga jam. Selain pihaknya kini juga telah memasang pengembangan IT perijinan berbasis web untuk mempermudah alur perijinan, di antaranya, meliputi integrasi aplikasi SPIPISE, sistem informasi potensi investasi, pelayanan perijinan online, pelayanan pengaduan online, survei kepuasaan masyarakat online, download fomulir permohonan, informasi dan kendali proses perijinan, SMS gateway, validasi produk perijinan dengan Qr Code, integrasi database SIUP dan TDP dengan kementrian perdagangan.

Ke depan, dia menambahkan komunikasi dan komitmen bergerak bersama antara pemerintah dan pengusaha dapat terus dijalin dengan baik untuk Kota Semarang yang semakin hebat.

Sembiz 2018 ini diharapkan dapat menarik para investor untuk bergerak bersama pada percepatan pembangunan Kota Semarang. Pengusaha merupakan  mitra tak terpisahkan khususnya dalam wilayah ekonomi, sehingga Pemkot bakal terus memberikan pelayanan yang terbaik, bakan dijamin tidak ada biaya siluman.

Sembiz 2018 yang telah memasuki tahun ke-12 ini dihadiri sebanyak 250 pengusaha baik investor baik lokal, nasional maupun internasional, termasuk Mr. Cris Barnes dari Konsulat Jenderal Australia, Vira Soekardiman, Managing Director Government British Columbia Canada dan Manager Environmental Policy dari City of Toyama, Mr. Koshin Takata.

Selain itu, juga hadir sejumah pengusaha, BUMN, BUMD serta asosiasi pengusaha terdiri Kadin, Ima, Apindo, Gapensi, Hipmi, Iwapi, Dekranasda, IFC, BSF, SPGI dan lainnya.

Dalam kegiatan juga digelar market sounding dan pemaparan teknis disertai dengan penjelasan schedule secara terperinci serta penandatanganan Letter of Intent (LoI) sejumlah proyek seniali Rp17 triliun yang dilakukan lebih 22 investor.

Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menginformasikan berbagai kemudahan investasi perijinan dan infrastruktur. Sedangkan sebelumnya sektor pariwisata, pertumbuhan hotel dan restoran terus tumbuh berkembang merupakan reaksi positif atas meningkatnya kunjungan wisata ke Kota Semarang. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 61 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *