Home > HEADLINE > Adu Gagasan Cerdas Antar Caleg Pemilu 2019 Belum Muncul

Adu Gagasan Cerdas Antar Caleg Pemilu 2019 Belum Muncul

SEMARANG[Kampusnesia] – Adu gagasan antar calon anggota legislatif  (Caleg)  Pemilu 2019 hingga kini belum menggelora dan menggema di tengah-tengah masyarakat yang menjadi calon pemilih dalam pesta demokrasi.

Kondisi ini sangat memprihatinkan jika dikaitkan dengan upaya penguatan pendidikan politik masyarakat di era demokrasi seperti sekarang ini.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM ) Semarang Drs H Gunawan Witjaksana, M.Si mengatakan masa kampanye dalam Pemilu ke-5 di era reformasi ini sangat panjang, seharusnya situasi ini bisa dimanfaatkan oleh semua Caleg maupun mesin politik parpol untuk mengungkapkan gagasan-gagasan cerdas dan visioner yang nantinya dapat menjadi panduan masyarakat dalam menjatuhkan pilihannya pada saat Pemilu digelar.

“Namun yang kami lihat dan saksikan hingga sekarang belum menyentuh dari apa yang diharapkan masyarakat calon pemilih, konten kampanye yang dikomunikasikan kepada publik kurang mengena dan kurang komunikatif,” ujar Gunawan dalam talk show  bertajuk Kampanye Sarana Mewujudkan Kongres Gagasan yang ditayangkan secara langsung di studio televisi Cakra Semarang  TV, Bukitsari Semarang, Rabu malam (17/10).

Menurutnya, beban yang dipikul oleh para caleg dalam Pemilu kali ini sangat berat dan rigit. Selain mangkampanyekan dirinya bersama partai pengusungnya dalam waktu bersamaan juga mengkampanyekan pasangan calon Capres-Cawapres yang diusung parpolnya.

Dari sisi teknis kampanye, lanjutnya, sudah terlihat rigit dan sangat merepotkan, apalagi di ranah publik saat ini aktivitas pemberitaan media massa di sekitar Pilpres lebih banyak mendapat porsi tayangan di berbagai sarana komunikasi dan media massa dibanding dengan aktivitas kampanye para Caleg.

Namun demikian, dia menambahkan  masih ada cara, strategi dan taktik yang dapat ditempuh oleh para caleg dalam melakukan kampanye yang efektif dan efisien tetapi dapat menyentuh sasaran, sehingga untuk menghantarkan dirinya memasuki lembaga legislatif peluangnya lebih terbuka.

Materi kampanye, tutur Gunawan, diupayakan disusun secara sederhana dan mudah dimengerti serta dipahami oleh calon pemilih, kalau menyangkut dengan janji atau  komitmen hendaknya bersifat aplikatif dan jangan terlalu abstrak apalagi terlalu muluk-muluk.

Dengan menawarkan komitmen yang aplikatif dan mudah dikomunikasikan maka secara langsung akan membantu para caleg dalam mengenalkan dirinya kepada publik untuk mengget perhatian, selanjutnya bergeser pada dukungan dan akhirnya sampai pilihan saat pemilih berada di bilik suara pemilu.

“Kami melihat model kampanye yang muncul sekarang ini adalah sikap saling serang dan pembunuhan karakter antar sesama lawan politik. Jelas ini tidak bagus bagi pendidikan politik dan demokrasi kita, mestinya kalaupun terjadi dialog atau perdebatan diarahkan pada topic kebijakan dan isu gagasan yang mencerdaskan,” ujar Gunawan. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 36 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *