Home > HEADLINE > FKUB Jateng Libatkan Generasi Muda Untuk Jaga Kondusifitas Masyarakat

FKUB Jateng Libatkan Generasi Muda Untuk Jaga Kondusifitas Masyarakat

TEMANGGUNG[Kampusnesia] – Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Tengah (FKUB Jateng) mengoptimalkan kalangan generasi muda, untuk berpartisipasi aktif dalam upaya mewujudkan dan mempertahankan situasi kondusif di masyarakat.

Sekretaris FKUB Jateng  KH Drs Taslim Syahlan M.Si mengatakan amanat untuk menjaga kerukunan umat beragama agar dapat mendukung terciptanya situasi kondusif di masyarakat dirasakan sebagai tugas berat kalau hanya dipikul oleh FKUB Jateng.

“Kami libatkan kalangan muda dari berbagai agama dengan membentuk wadah Generasi Muda (Gema) FKUB. Untuk tingkat provinsi sudah kami bentuk dan selanjutnya FKUB Kabupaten/Kota se-Jateng diharapkan akan menyusul  semuanya,” ujarnya dalam kegiatan sarasehan Penguatan FKUB se-Jateng di RM Omah Kebun, Temanggung Selasa (6/11).

Menurutnya, dengan adanya wadah yang menghimpun potensi kalangan muda lintas agama dibawah pembinaan dan bimbingan FKUB, maka secara langsung akan terinternalisasi semangat dan nilai-nilai kerukunan di lingkungan kaum muda yang berbeda agama.

Kehadiran Gema FKUB, lanjutnya, dapat difungsikan sebagai wadah persemaian dini nilai – nilai dan semangat toleransi di kalangan kaum muda, atau dengan kata lain wadah ini merupakan investasi jangka panjang penanaman nilai-nilai toleransi yang akan  menjadi penyangga utama persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Dia menuturkan dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng hampir seluruhnya, atau 75%  di antaranya sudah membentuk Gema FKUB. Terobosan FKUB Jateng dengan  membentuk Gema FKUB akan dikembangkan di daerah – daerah lain, karena peran dan fungsinya sangat bermanfaat dalam mendukung terciptanya suasana tentram dan rukun umat beragama sehingga dapat menjalankan ajaran agamanya masing-masing dengan tenang.

Kabid Ketahanan Bangsa Badan Kesbabgpol Jateng Dra Atik Surniati mengatakan langkah FKUB Jateng mendorong  penguatan dan persamaan persepsi di kalangan pemuda lintas agama merupakan langkah tepat, apalagi jika dikaitkan dengan berbagai persoalan atau problem kebangsaan yang muncul belakangan ini dan berpotensi menimbulkan keretakan dalam masyarakat.

“ Kita ingin para pemuda lintas agama cerdas dan bijak dalam menyikapi dinamika kehidupan demokrasi terutama menjelang Pileg dan Pilpres, sehingga tidak mudah diadu domba oleh pihak yang ingin membuat kekacauan,” tuturnya.

Ketua FKUB Kabupaten Temangung  KH Faizun mengharapkan dengan dilibatkannya kalangan muda dalam berbagai kegiatan FKUB dapat mendinamisir berbagai upaya untuk  menciptakan kerukunan umat beragama di masyarakat. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 50 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *