Home > HEADLINE > Polemik ‘Tampang Boyolali’ Masih Bergulir

Polemik ‘Tampang Boyolali’ Masih Bergulir

SEMARANG[Kampusnesia] – Polemik ‘Tampang Boyolali’ yang diucapkan Calon Presiden Prabowo Subianto mengundang protes berbagai pihak, bahkan beberapa legislatifpun ikut komentar.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembanguna (PPP) Jateng Masruhan Samsurie mengatakan belum melihat secara utuh pidato Prabowo, namun sudah bisa menduga materi secara keseluruham pidato praduga positif.

Dia menduga Prabowo ingin melakukan pembelaan pada rakyat Boyolali dan hal itu wajar karena terkait juga misi Prabowo sebagai Capres.

Tapi, lanjutnya, kata-kata ‘Tampang Boyolali’ bukan pilihan kata yang bagus untuk seorang Capres, mengingat kata tersebut terkesan merendahkan warga Boyolali.

“Tentu ada bahasa lain yang tepat, banyak bahasa lain yang bisa digunakan untuk mewakili itu. Kata yang menunjukkan kearifan dari pemikiran seseorang, karena kata-kata berkaitan dengan kearifan berpikir,” ujarnya, Rabu (7/11).

Masruhan mengibaratkan dengan dakwah yang bertujuan baik semisal menghindari maksiat dan dekat dengan Tuhan. Jika dalam dakwah ada kata yang kurang pantas tentu bisa menjadi persoalan.

“Sama seperti Ahok, Ahok pola pikirnya bagus, ingin menunjukkan pemimpin yang tegas disiplin dan transparan. Tapi bahasanya tidak bijaksana dan kasar,” tuturnya.

Baginya, polemik Tampang Boyolali Prabowo, jadi pelajaran bagi siapa saja yang bisa disebut sebagai pemimpin.

“Kita sebagai orang timur. Apalagi orang Jawa yang bahasanya saja ada unggah-ungguhnya,” ujar Masruhan.

Bagikan Bunga

Sementara  di KabupatenKudus reaksi masyarakat atas pernyataan ‘Tampang Boyolali’ yang dilontarkan Capres Prabowo, nampaknya meluas.  Namun yang unik, reaksi tersebut ditunjukkan oleh sepuluh cewek cantik yang menggelar aksi dengan bagi-bagi bunga di jalanan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (7/11).

Dengan menggunakan T-shirt bertuliskan ‘Iki Wajahku Wong Kudus’, kesepuluh cewek tersebut membawa bertangkai-tangkai bunga. Bahan mereka bergerak turun ke jalan untuk mencegat mobil-mobil yang melintas dan memberikan bunga tersebut ke pengendaranya.

Tak hanya itu, peserta aksi tersebut juga menyelipkan secarik kertas ke semua pengendara kendaraan yang dihentikan. Pada kertas itu tertuliskan ajakan agar masyarakat untuk memerangi semua informasi hoaks.

Kehadiran gadis-gadis cantik tersebut tentunya menarik perhatian para pengguna jalan. Tanpa diminta, sejumlah pengemudi mengurangi kecepatan laju kendaraannya untuk meminta bunga yang dibawa peserta aksi.

Salah satu peserta aksi, Yvie Sudarmo mengatakan aksi tersebut dilakukan bersama-sama temannya yang tergabung dalam Komunitas Aksi Damai.  Aksi tersebut memang ditujukan untuk memprotes pernyataan Prabowo soal ‘Tampang Boyolali’.

Dalam kegiatan itu, ada 100 bunga yang dibagikan kepada para pengendara yang melintas. (rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 2 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *