Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Jateng Tidak Akan Membutuhan Impor Jagung

Jateng Tidak Akan Membutuhan Impor Jagung

SEMARANG[Kampusnesia] – Jateng tidak melakukan pembelian impor jagung dan akan mememenuhi kebutuhan pasar dengan produk hasil petani diwilayahnya yang mengalami surplus hingga mencapai 1,5 juta ton.

Kepala Distanbun Provinsi Jateng, Yuni Astuti mengatakan mengatakan Jateng tidak memerlukan jagung impor, karena produksi Jagung di beragao daerah sentra produksi Jateng selama 2017 mencapai 3,5 juta ton.

“Sedangkan kebutuhan pasar jagung jagung untuk industri pakan ternak maupun peternak ayam mandiri di Jateng hanya mencapai 2 juta ton, hingga mengaami suplus jagung 1,5 juta ton,” ujarnya, Kamis (8/11)

Menurutnya, dengan produksi jagung sebanyak itu sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat, hingga tidak akan membutuhkan impor.

“Jateng tidak memerlukannya impor jagung karena masih surplus. Namun tidak bisa menjamin dan meutup apakah jagung impor ada yang masuk ke Jateng, mengingat kewengannya ada di Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Yuni menuturkan hasil produksi jagung Jateng juga dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Jabar dan kota lainya yang selama ini masih kekurangan komoditas itu.

Seperti diketahui Pemerintah akan mengimpor jagung untuk pakan ternak hingga akhir tahun sekitar  100 ribu ton. Realisasi impor jagung Kementerian BUMN memberikan penugasan kepada Perum Bulog.

Kebijakan impor jagung itu dialkukan karena selain bebera daerah asih kekurangan juga harga jagung lokal dinilai sangatr tinggi dan memberatkan konsumen. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *