Home > HEADLINE > Wajar Dan Realistis Jika Kyai-Santri Dukung Jokowi- Makruf

Wajar Dan Realistis Jika Kyai-Santri Dukung Jokowi- Makruf

SEMARANG[Kampusnesia] – Dukungan politk kalangan kyai dan santri yang tergabung dalam wadah Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) terhadap pasangan calon (Paslon) presiden-wapres nomor urut satu Joko Widodo-KH Makruf Amin dalam pilpres 2019 mendatang merupakan sikap yang realistis.

Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kyai Makruf, Erick Tohir mengatakan sebagai seorang muslim yang baik dan memiliki kesamaan visi dengan kalangan kyai dan santri dalam berbangsa dan bernegara, maka wajar dan realistis kalau Jokowi – Makruf mendapat dukungan dari kalangan pemilih di lingkungan komunitas pesantren.

“Kami berharap JKSN Jateng dapat mengggalang suara di basisnya untuk kemenangan paslon capres nomor urut satu,” ujarnya saat menyampaikan orasi politik saat deklarasi JKSN Jateng untuk pemenangan Capres Jokowi-Makruf di Hotel UTC Semarang, Minggu (18/11).

Menurutnya, posisi kyai Makruf yang sebelumnya menahkodai dua organisasi Islam besar dan berpengaruh, MUI Pusat dan PBNU semakin memantapkan kalangan pesantren dan jaringannya untuk memenangkan Paslon capres-cawapres nomor urut 01 itu.

Wakil Ketua JKSN Pusat, KH Dr Husnul Khuluq menuturkan optimis relawan Jokowi- Kyai Makruf yang tergabung dalan JKSN dapat menyumbangkan suara sekitar 32 juta, mungkin bisa lebih dalam Pilpres tahun depan.

“Asumsi ini mengacu pada dua pilar yang ada di JKSN, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang jumlah anggotanya mencapai 12 juta orang dan Muslimat NU yang anggotanya sebanyak 20 juta,” tuturnya usai deklarasi JKSN Jateng.

Menurutnya, dua organisas badan otonom NU ini dipimpin inisiator dan inspirator JKSN yakni KH Asep Suaefudin Chalim (Ketua Umum Pergunu Pusat) dan Dra Hj Khofifah Indar Parawansa (Ketua Muslimat NU Pusat). Para anggota kedua organisasi ini sejak dideklarasikan langsung bergerak mengikuti irama politik JKSN.

Memang, lanjutnya, gerakan politik mereka untuk menambang suara calon pemilih tidak terpublikasi secara rutin dan besar-besaran di media massa, karena mereka setiap hari beraktivitas di lapangan bersama-masyarakat untuk memberikan pembinaan dan pendidikan.

Dia menambahkan disela-sela aktivitasnya itulah para relawan melakukan kampanye, materinya sudah tidak sosialisasi figur, tetapi sudah sampai tahap memantapkan pilihan dalam TPS saat Pilpres. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 36 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *