Home > HEADLINE > Borobudur Marathon 2018 Sukses Digelar Di Kawasan Wisata Borobudur Dengan Diikuti 9.672 Pelari

Borobudur Marathon 2018 Sukses Digelar Di Kawasan Wisata Borobudur Dengan Diikuti 9.672 Pelari

Borobudur Marathon 2018 yang digelar di kompleks Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang diikuti sebanyak 9.672 peserta berlangsung meriah dan sukses. Lomba lari intetnasional yangdiijuti pelari dari mancanegara itu
terselenggara atas kolaborasi Pemprov Jateng berkolaborasi dengan Harian Kompas, Bank dan Yayasan Borobudur.

Semangat dan antusiasme para pelari nampak begitu tinggi dengan menyatukan raga dan rasa serta kekentalan budaya kawasan Candi Borobudur menjadi magnit untuk ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak, mulai dari para pelari hingga masyarakat lokal.

Acara yang dibuka dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya, oleh Monita Tahalea telah menarik perhatian 9.672 pelari yang hadir di kawasan Candi Borobudur.

Kategori lari dibagi menjadi tiga terdiri Marathon dengan peserta sebanyak 2.883 dimulai pada Pukul 05.00 WIB, Half Marathon dengan peserta sebanyak 3.888 dimulai pada pukul 05.30 WIB dan 10K dengan peserta sebanyak 2.901 dimulai pada pukul 06.00 WIB. Para peserta yang berasal dari berbagai penjuru dunia ini disuguhi dengan berbagai atraksi seni budaya dan kuliner khas Magelang.

Hal ini menjadi ciri khas dan pembeda Borobudur Marathon 2018 Powered by Bank Jateng dengan acara marathon dunia lainnya.

Borobudur Marathon 2018 Powered by Bank Jateng memiliki 3 (tiga) pilar nilai yang mendasari konsep acara diantaranya The Harmony (Tumbuh dalam Keselarasan), Cultural Immersion (Keterlibatan Budaya Lokal) dan Sport Tourism (Olahraga Wisata).

Bukan hanya sekedar perlombaan marathon, melalui kedua pilar nilai, Cultural Immersion dan Sport Tourism, acara ini menjadi perlombaan marathon yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai rangkaian acara seperti bentuk budaya lokal yang diangkat adalah atraksi dan atribut khas Magelang yang dikemas sedemikian rupa dalam cheering zone dan Homestay. Atraksi dan atribut budaya lokal itu dilakukan secara sukarela oleh masyarakat lokal demi ikut menyukseskan Borobudur Marathon 2018 Powered By Bank Jateng.

Upaya itu diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat di kawasan Candi Borobudur dan Magelang. Pengalaman berlari yang memberikan dampak terhadap masyarakat merupakan bentuk nyata tumbuh dalam keselarasan (The Harmony).

Acara yang hebat terlihat dapat melibatkan masyarakat, seni dan budaya sehingga dapat berdampak positif terhadap kehidupan dan ekonomi masyarakat.

“Hal ini yang menjadi alasan utama mengapa Bank Jateng ingin berkolaborasi dan terlibat dalam acara yang kental akan budaya seperti Borobudur Marathon” ujar Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng.

Borobudur Marathon diharapkan memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi di wilah Magelang dan sekitarnya.

“Borobudur Marathon Powered By Bank Jateng diikuti oleh 9.672 pelari dari 30 negara termasuk Indonesia. Kami berharap acara ini pada mendatang dapat menjadi acara Marathon yang disegani oleh dunia” tutur Budiman Tanuredjo, Pemimpin Redaksi Harian Kompas. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 14 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *