Home > HEADLINE > Jokowi Ajak Teladani Semangat Ukhuwah Nabi Muhammad Dalam Berpolitik

Jokowi Ajak Teladani Semangat Ukhuwah Nabi Muhammad Dalam Berpolitik

PEKALONGAN[Kampusnesia] – Bangsa Indonesia hendaknya dapat meneladani sikap politik nabi Muhammad SAW yang mengedepankan semangat ukhuwah, ditengah keragaman perbedaan saat memimpin Madinah.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan pesan itu dituturkan Presiden Indonesia Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dan Hari Pahlawan yang diselenggarakan Pimpinan Pusat GP Ansor di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis malam (22/11)

Jokowi tiba di lokasi acara sekitar pukul 19.40 WIB, kehadiran Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Quomas.

Kepala Negara mengajak semua pihak untuk merenung lebih dalam bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Rasulullah juga membawa umat manusia keluar dari dhulumat (kegelapan) menuju nur (terang benderang).

“Sebuah tugas yang Nabi Muhammad SAW lakukan dengan cara-cara santun, dengan cara-cara lembut, dengan cara-cara yang penuh dengan kasih sayang,” ujar Jokowi.

Menurutnya,  sudah sepatutnya bangsan ini meneladani Rasulullah SAW, di antaranya teladan berakhlak baik, teladan mengemban misi rahmatan lil alamin dan teladan dalam menjaga ukhuwah di kalangan warga masyarakat.

Ukhuwah, lanjutnya, yang tanpa membeda-bedakan latar belakang agama,  status sosial dan  pandangan politik, seperti yang dilakukan beliau saat memimpin di Madinah.

Selain itu, dia menambahkan sikap terus beristiqomah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak boleh kendur. Bangsa Indonesia harus dinamis dan berani   berhijrah dari sikap egois yang mau menang sendiri ke sifat yang perduli terhadap sesama.

Hijrah dari sifat-sifat pendendam kepada sifat-sifat yang penuh kasih sayang, hijrah dari sifat-sifat pemarah kepada sifat-sifat yang penuh dengan kesabaran, hijrah dari sifat-sifat senang kegaduhan ke sifat-sifat yang penuh dengan kerukunan. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 138 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *