Home > HEADLINE > Progres Renovasi Stadion Jatidiri Semarang Dipastikan Selesai 15 Desember 2018

Progres Renovasi Stadion Jatidiri Semarang Dipastikan Selesai 15 Desember 2018

SEMARANG[Kampusnesia] – Progres pembangunan renovasi Stadion Jatidiri Semarang dipastikan selesai paling lambat akhir tahun ini dan saat ini sudah mencapai 86% hingga diharapkan tahun depan sudah dapat digunakan kembali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan proges pembanungan stadion Jatidiri telah mencapai 86% dari target penyelesaian yang dijadwalkan 15 Desember mendatang.

“Jika telah rampung digarap eksterior dan interiornya, stadion yang dibangun dengan anggaran sebesar 1,1 triliun ini bakal lebih megah dari Stadion Jakabaring Palembang,” ujarnya.

Menurutnya, proses renovasi stadion tersebut merupakan rangkaian proyek Kawasan Olahraga Jatidiri Semarang yang menelan biaya mencapai Rp 1,1 triliun, meliputi fasilitas seluruh olahraga, khususnya yang jadi andalan Jawa Tengah.

Selain stadion, lanjutnya, di kawasan itu tersedia fasilitas GOR, kolam renang indoor, lapangan tenis standard international, lapangan voli pasir, kemudian sepatu roda. Asrama, SKO, Gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti silat serta gedung penunjang parkir vertikal, youth dan gym center.

“Pembangunan semuanya akan selesai pada 2021. Total anggaran pembangunan kawasan ini mencapai Rp 1,1 triliun,” tuturnya.

Khusus untuk rehab stadion, tutur Urip, progresnya telah mencapai 86% dan target penyelesaian pada 15 Desember. Rehab tersebut meliputi pembangunan tribun, lapangan, kemudian kursi penonton, sebagian atap dan lintasan atletik dengan total anggaran mencapai Rp 610 miliar.

“Stadion ini memiliki kapasitas 45.000 single seat dan ditunjang dua lift. Bahkan lampu akan makai yang seperti di GBK (Gelora Bung Karno) karena kalau dipakai malam hari tidak ada banyangan dan untuk rumput pakai rumput Italia,” ujarnya.

Urip menuturkan untuk eksterior, stadion Jatidiri bakal berbeda dari stadion lain yang ada di Indonesia, karena akan merepresentasikan budaya Jawa. Eksterior itu, katanya, menurutnya, dari depan yang nampak pertama adalah kanopi yang berbentuk gunungan wayang. Meski secara lahan tidak seluas GBK dan Jakabaring, namun soal keindahan dan fasilitas tidak mau kalah.

Dia mengharapkan dengan pembangunan kawasan olahraga terpadu ini dapat semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga, sehingga memicu prestasi atlet khususnya dari Jawa Tengah, karena tujuan pembangunan ini adalah untuk kemajuan dunia olahraga di Jawa Tengah.

Khusus untuk atlet sepakbola, dia menambahkan memberi catatan meski pengerjaan lapangan akan selesai pada 15 Desember mendatang, tapi untuk keseluruhan stadion baru bisa digunakan secara optimal pada akhir 2019, karena masih akan dilakukan pembangunan lintasan atletik, penyelesaian atap dan electrical mechanical lengkap, termasuk lampu dan lift. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 343 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *