Home > HEADLINE > Bupati Jadi Tersangka, Pelayanan Masyarakat Di Jepara Diminta Tetap Berjalan

Bupati Jadi Tersangka, Pelayanan Masyarakat Di Jepara Diminta Tetap Berjalan

KUDUS[Kampusnesia] – Pelayanan masyarakat di Kabupaten Jepara harus tetap berjalan baik seperti sebelum dan jangan terganggu, menyusul Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jepara sebagai tersangka kasos dugaan korupsi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan pelayanan masyarakat di Kabupaten Jepara tidak akan terganggu dan Pemprov Jateng akan melakukan asistensi kepada Pemkab Jepara.

“Saya harapkan, pelayanan di pemerintah Kabupaten Jepara tidak terganggu. Kami nantinya juga akan membentuk asistensi,” ujarnya memberikan tanggapan atas status tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat saat menghadiri kegiatan penanaman pohon Indonesia di Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, Jumat (7/12/).

Terkait hukum, menurutnya, semua diserahkan kepada penegak hukum daam hal ini KPK.

Seperti diketahui, sebelumnya KPK menetapkan Ahmad Bupati Jepara Marzuki sebagai tersangka atas dugaan menyuap Hakim PN Semarang Lasito pada suap praperadilan.

Marzuqi diduga menyuap Lasito yang selaku hakim di Pengadilan Negeri Semarang senilai Rp 700 juta untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang pada 2017 lalu.

Sebelumnya beberapa waktu lalu sejumlah petugas KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Jepara, Ahmad Marzuki. Dalam penggeledahan telah diamankan sejumlah barang yang dimasukkan ke dalam koper dan kardus air mineral oleh petugas KPK.

Dari informasi yang dihimpun, penggeledahan itu dilakukan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan politik (Banpol) PPP pada 2011 sampai 2013 silam sebesar Rp79 juta. Dimana dalam kasus ini, Ahmad Marzuki pernah ditetapkan menjadi tersangka, namun menang dalam gugatan praperadilan.

Bupati Jepara Ahmad Marzuki ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jateng pada 2016 lalu, yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana Banpol PPP.

Atas penetapan tersangka itu, Ahmad Marzuk melakukan gugatan praperadilan di PN Semarang. Dalam gugatan itu, hakim mengabulkan permohonan Ahmad Marzuki dan menyatakan penetapan tersangka terhadap dirinya oleh Kejati Jateng tidak sah lantaran dinilai tidak memiliki alat bukti yang cukup.

Setelah sekian lama, ternyata kasus itu tidak berhenti. Terbaru, KPK melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja dan rumah dinas Ahmad Marzuki untuk kasus yang sama. KPK menduga Ahmad Marzuki menyuap hakim atas putusan praperadilan yang memenangkan dirinya itu. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 8 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *