Home > HEADLINE > Ganjar Ajak Bersama Melawan Fitnah Yang Marak Di Medsos

Ganjar Ajak Bersama Melawan Fitnah Yang Marak Di Medsos

UNGARAN[Kampusnesia] – Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi musuh besar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, dengan munculnya berbagai fitnah yang marak terjadi di media sosial (medsos).

Gubenr Jateng Ganjar Pranowo mengatakan banyak hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Saat ini musuh besar yang sudah terjadi adalah fitnah yang marak bermunculan di media sosial.

Meski fitnah sekecil apapun, lanjutnya, tidak bisa dianggap sepele, mengingat dunia internasional sudah terbukti, bahwa fitnah dapat menghancurkan negara.

“Negara Suriah hancur itu hanya dua penyebanya, pertama karena maraknya fitnah antar anak bangsa, yang kedua adalah intervensi asing,” ujarnya saat memberikan orasi kebangsaan Merawat Kebhinekaan Untuk Keutuhan NKRI di Gelanggang Olahraga (GOR) Wujil, Ungaran Kabupaten Semarang, Minggu (16/12).

Acara dihadiri oleh ratusan peserta baik dari sekolah, organisasi pemuda, organisasi masyarakat dan TNI/Polri.

Menurutya, fitnah merupakan hal yang mudah memprovokasi sehingga membuat orang mudah marah. Bahkan hasilnya, masyarakat antar suku, agama, ras, kelompok saling bertengkar akibat fitnah yang keji.

“Lalu bagaimana kita mengatasi hal ini, kalau kata Gus Mus, Sing Waras Ojo Ngalah. Orang-orang yang mengetahui informasi yang benar, jangan hanya diam dan melihat saja, namun harus meluruskan informasi yang keliru,” tuturnya.

Gus Mus, tutur Ganjar, sudah melakukan hal itu. Sebagai seorang ulama yang memiliki ilmu pengetahuan luas, beliau selalu aktif menggunakan media sosial untuk memberikan pengetahuan dan meluruskan informasi fitnah yang menyebar.

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak semua hadirin untuk ikut meneladani pepatah, Sing Waras Ojo Ngalah. Jadi yok kita bersama melawan fitnah, hoaks dan semua bentuk yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Ganjar ja mengajak berdiskusi para peserta untuk berdialog. Salah satu siswa yang berani berdialog dengan Ganjar adalah Sapita Khairunnisa, siswa SMPN 1 Bawen.

Kepada Sapita, Ganjar mengeluarkan pertanyaan tentang apa saja yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Banyak pak, salah satunya tidak adanya rasa saling hormat menghormati baik antar suku, agama, ras dan menganggap mereka yang paling benar,” tutur Aapita.

Dia juga menyinggung tentang maraknya informasi hoaks di media sosial. Bahkan praktik politik di Indonesia menimbulkan rawan perpecahan.

“Di desa saya, pemilihan kepala desa saja bikin geger, ada yang menghasut, memfitnah dan melakukan kampanye hitam,” ujarnya polos. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 31 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *