Home > HEADLINE > Unwahas Gandeng Fujian Academy Tiongkok Teliti Potensi Jamur

Unwahas Gandeng Fujian Academy Tiongkok Teliti Potensi Jamur

SEMARANG[Kampusnesia] – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (FP Unwahas) Semarang menjalin kerja sama dengan Fujian Academy of Agricultural Sciences, Tiongkok untuk meneliti potensi jamur.

Penandatangan naskah kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian Unwahas Lutfi Aris Sasongko dan Prof Chen Junchen dari Fujian Academy of Agricultural Sciences, Tiongkok, disaksikan Rektor Unwahas Prof Dr H Mahmutarom Harun SH, MH, Dr Yibin Li dan Dr Lai Pufu dari Fujian, Wakil Dekan Pertanian Sofia Nur Awami dan Kepala Kantor Urusan Internasional ( KUI ) Unwahas Adi Joko Purwanto.

Acara yang berlangsung di hotel Grasia Semarang, Kanis (27/12) dirangkai dengan kegiatan Agricultural International Conference (Agricon) dengan tema ”Agricultural Technology Sustainable Agricultural Development.

Selain Prof Chen tampil sebagai pembicara Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Dani Harun SP MSi dan Prof Ir Agus Hermawan MSi PhD
Peneliti Utama BPTP Jawa Tengah.

Dekan Fakultas Pertanian Unwahas Lutfi Aris Sasongko mengatakan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari seminar internasional yang diselenggarakan di Fujian, Tiongkok, beberapa waktu lalu.

”Prof Chen Junchen ini ahli jamur. maka kami hadirkan ke Semarang dalam rangka membahas rekayasa pertanian soal jamur,” ujarnya.

Prof Chen Junchen menuturkan di dunia jenis jamur bermacam-macam. Ada yang bisa dikonsumsi dan dinikmati sebagai makanan tetapi ada juga yang tidak bisa dikonsumsi bahkan membahayakan manusia. Salah satu jenis yang sudah biasa dikonsumsi adalah jamur kuping dan jamur tiram.

“Kami berhasil merekayasa jamur sedemikian rupa sehingga bisa diolah menjadi biskuit, roti dan aneka macam makanan lainnya. Kami membawa contoh biskuit yang tidak beda dengan biskuit yang ada di mal-mal,” tuturnya.

Rektor Unwahas Prof Mahmutarom menyambut gembira kerja sama tersebut. Keberadaan jamur di daerah tropis seperti Indonesia mudah sekali berkembang dan diharapkan kerja sama ini akan membuahkan hasil yang menggembirakan baik dari sisi akademis maupun untuk mendukung upaya-upaya maksimalisasi budi daya jamur. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 83 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *