Home > HEADLINE > Islam Wasathiyah Bentengi Muslim Indonesia Dari Pengaruh Ideologi Transnasional

Islam Wasathiyah Bentengi Muslim Indonesia Dari Pengaruh Ideologi Transnasional

SEMARANG[Kampusnesia] – Materi ajar tentang Islam wasathiyah atau moderat dapat membentengi anak-anak bangsa yang memeluk agama Islam dari pengaruh ideologi transnasional, sehingga materi ini perlu diajarkan kepada siswa dan santri yang sedang mengikuti proses pembelajaran.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs Bambang Supriyono, M.Pd mengatakan setelah menyimak paparan tentang Islam wasathiyah dari Majlis Ulama Indonesia (MUI), diketahui bahwa selain mengajarkan sisi-siai amaliyah dan ritual keagamaan juga mengajarkan penanaman semangat cinta tanah air. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang saat ini tengah memasifkan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda.

“Substansi materi moderasi Pendidikan Agama Islam di SMA SMK MA harus terus dikuatkan melalui pemahaman Islam Wasathiyah ini,” ujarmya saat menyampaikan paparan bertema Moderasi Pendidikan Islam Dalan Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dihadapan peserta Semiloka Pembuatan Modul Pembelajaran Panduan Dakwah Islam Wasathiyah yang diselenggarakan MUI Jateng di Hotel Semesta Jalan KHA Wahid Hasyim, Kranggan, Semarang, akhir pekan lalu.

Menurutnya,  untuk mendorong pemahaman Islam wasathiyah di kalangan pelajar, siswa atau santri itu harus dilakukan persiapan yang matang. Bisa dimulai dari kalangan pendidik atau guru gurunya terutama guru pengampu mata Pelajaran Agama Iislam (PAI). Satelah itu baru menyentuh pada peserta didiknya.

Dengan demikian, lanjutnya, dibutuhkan sinergi antara MUI dengan kalangan pemangku kebijakan, karena gagasan besar dan mulia ini tidak bisa dibebankan atau dilaksanakan oleh satu pihak saja, tetapi harus disengkuyung bersama-sama.

Sekretaris Umum MUI Jateng Drs H Muhyiddin M.Ag menutur latar belakang lahirnya Islam Wasathiyah, merupakan hasil kesepakatan, yang diusung oleh para ulama Indonesia sebagaj respon atas maraknya gerakan Islam yang fundamentalis dan liberalis, kedua mazhab ini tidak sesuai dengan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yang ada di Indonesia.

Bahkan, dia menambahkan paham komunis juga sudah berani menampakkan diri. Ini semua pengaruh dari gerakan ideologi transnasional, atau dari negara lain. Maka untuk menjaga keadaan kondusif sesuai dengan Indonesia, sebuah Islam yang damai di Indonesia kemudian lahirnya Islam Wasathiyah, kalau di NU memiliki Islam Nusantara dan di Muhammadiyah ada istilah Islam Berkemajuan. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 17 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *