Home > HEADLINE > PNS Demak Ikuti Sosialisasi HIV/AIDS

PNS Demak Ikuti Sosialisasi HIV/AIDS

DEMAK[Kampusnesia] – Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mengikuti sosialisasi HIV AIDS di Ruang Pertemuan Wakil Bupati Demak, Senin (31/12).

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Demak Anang Badrul Kamal, S.Sos, M.Si mengatakan kegiatan sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS  ini diselenggarakan dalam rangka memberikan informasi dan edukasi kepada PNS tentang bahaya penyakit HIV/AIDS.

Menurutnya, pada 2018 lalu ada tambahan kasus penderita HIV AIDS sebanyak 56 kasus. Oleh sebab itu, sosialisasi ini akan terus digencarkan untuk pencegahan dini.

Selain kepada PNS, lanjutnya, sosialisasi juga dilakukan di sekolah- sekolah. Pada 2018 ada 14 SMA yang sudah diberikan sosialisasi pencegahan HIV/AID. Forum ini juga dimanfaatkan untuk layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) yang sudah disediakan oleh penyelenggara.

Layanan ini disebut juga sebagai Konseling dan Tes HIV Sukarela (KTS) yang bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. VCT sangat berperan dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

Kasi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Tri Handayani, SKM selaku narasumber memaparkan infeksi HIV/AIDS harus diwaspadai, karena infeksi HIV/AIDS tidak memiliki gejala yang jelas, sehingga tanpa pengetahuan yang cukup penyebaran HIV akan semakin sulit dihindari.

Oleh karena itu, lanjutnya, VCT perlu dilakukan sebagai langkah awal untuk segera mendapat informasi mengenai HIV, juga agar penderita HIV bisa dilakukan deteksi sedini mungkin dan mendapat pertolongan kesehatan yang dibutuhkan. Hal ini sangat membantu sebagai langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

Kepada sejumlah peserta Tri menjelaskan kendati belum terdapat pengobatan yang dapat mengentaskan HIV/AIDS secara tuntas, namun sebaiknya tidak berkecil hati karena sudah tersedia pengobatan antiretroviral (ARV) yang digunakan untuk menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh penderita, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan daya tahan tubuh penderita infeksi HIV agar dapat beraktivitas seperti biasa.

“Mayoritas orang yang mengalami HIV/AIDS adalah anak-anak muda. Dengan berbagai penyebab utama, seperti perilaku seksual berisiko yakni sering berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom sebagai pengaman, melakukan tindik/tato, atau menggunakan narkoba melalui jarum suntik,” tuturnya.

Bagi semua kalangan, terutama mulai sejak masa remaja, Tri berpesan perlu diadakan pendidikan dan pemahaman HIV/AIDS agar terhindar dari aktivitas yang memicu penyakit tersebut. Tidak perlu takut untuk menjalani VCT, langkah ini justru dapat membantu meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Bahkan juga dapat membantu untuk semakin mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). (Faidul Atiq/smh)

* Artikel ini telah dibaca 16 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *